Krisis Memuncak! Hun Manet Minta ASEAN Segera Hentikan Ketegangan Kamboja–Thailand

Ilustrasi ASEAN diminta intervensi hentikan ketengangan Thailand - Kamboja

BERKABAR.CO.ID – Situasi perbatasan Kamboja–Thailand kembali memanas. Perdana Menteri Kamboja Hun Manet secara terbuka meminta ASEAN turun tangan untuk menghentikan eskalasi konflik yang kian mengkhawatirkan.

“Melihat perkembangan di lapangan yang semakin serius, saya sudah menghubungi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim agar ASEAN segera melakukan intervensi demi menjaga stabilitas dan mencegah bentrokan lebih luas,” tulis Hun Manet dalam pernyataannya di media sosial X, Kamis 18 September 2025.

Malaysia saat ini memegang kursi keketuaan ASEAN, sehingga peran Anwar Ibrahim dianggap krusial dalam mencari solusi cepat.

Krisis terbaru pecah setelah tentara Thailand memasang pagar kawat berduri di sepanjang garis perbatasan. Aksi itu memicu bentrokan dengan warga Kamboja hingga menyebabkan 24 orang terluka.

Baca Juga : Presiden Prabowo dan PM Malaysia Sepakat Perkuat Kerja Sama Bilateral dan Stabilitas Kawasan ASEAN

Pemerintah Thailand juga mengonfirmasi bahwa sejumlah aparatnya ikut cedera dalam insiden tersebut.

Di sisi lain, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan pihak militer sudah mendapat wewenang penuh untuk mengambil keputusan di lapangan, langkah yang dikhawatirkan bisa memicu eskalasi baru.

Padahal kedua negara sebelumnya telah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 28 Juli 2025 setelah serangkaian bentrokan menelan puluhan korban jiwa.

Kesepakatan itu kemudian diperkuat lewat 13 poin perjanjian pada 7 Agustus 2025, termasuk menghadirkan pengamat ASEAN untuk memantau implementasi gencatan senjata. Namun, situasi terbaru menunjukkan kesepakatan tersebut berada di ujung tanduk.

Baca Juga : Tragis! Gadis Cantik Asal Deli Serdang Tewas Misterius di Kamboja, Sang Ibu Bongkar Kisah Mengejutkan

Kamboja mendesak ASEAN agar segera mengaktifkan mekanisme diplomasi darurat. Hun Manet menegaskan bahwa intervensi cepat sangat diperlukan agar konflik tidak meluas dan merusak stabilitas kawasan. ***