BERKABAR.CO.ID – Perseteruan panas antara mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan selebgram Lisa Mariana memasuki babak baru.
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menjadwalkan mediasi resmi pada Selasa, 23 September 2025.
Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rizki Agung Prakoso, menegaskan langkah mediasi ini digelar sebelum perkara naik ke tahap berikutnya.
“Kami undang kedua pihak untuk mediasi lebih dulu. Setelah itu baru gelar perkara,” ujarnya di Jakarta, Kamis 18 September 2025.
Baca Juga : Skandal Bank BJB! Ridwan Kamil Disorot KPK Gara-Gara Mercy Warisan BJ Habibie
Konflik bermula saat Lisa Mariana mengunggah tangkapan layar percakapan dengan pria yang ia klaim sebagai Ridwan Kamil pada 26 Maret 2025.
Dalam unggahan tersebut, Lisa bahkan menyebut dirinya tengah mengandung anak dari pria tersebut.
Merasa nama baiknya dicemarkan, Ridwan Kamil kemudian melaporkan Lisa Mariana ke Dittipidsiber Polri pada 11 April 2025 atas dugaan pencemaran nama baik dan manipulasi dokumen elektronik.
Proses hukum semakin memanas setelah dilakukan tes DNA yang melibatkan Ridwan Kamil, Lisa Mariana, dan anak perempuan Lisa berinisial CA.
Baca Juga : KPK Gelar Lelang Barang Rampasan Korupsi
Hasil tes yang diumumkan Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti dari Pusdokkes Polri menegaskan bahwa CA bukan anak biologis Ridwan Kamil.
“Secara ilmiah, DNA CA hanya cocok dengan Lisa Mariana. Tidak ada kecocokan dengan profil DNA Ridwan Kamil,” jelasnya.
Ridwan Kamil telah diperiksa penyidik pada 28 Agustus 2025, sementara Lisa Mariana diperiksa pada 11 September 2025.
Meski hasil DNA sudah terbuka ke publik, polisi tetap memberi ruang mediasi. Jika kedua pihak tidak mencapai kesepakatan, maka kasus ini dipastikan akan berlanjut ke gelar perkara.
Baca Juga : Ngeri! Ternyata Makanan Sehari-Hari Ini Bisa Picu Kanker Mematikan, Waspada Sebelum Terlambat!
Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji, menegaskan proses hukum tetap berjalan sesuai aturan.
Kasus ini pun kini menjadi sorotan publik karena menyangkut figur publik dan kontroversi yang ramai diperbincangkan di media sosial. ***












