Polda Kalsel Gagalkan 101,6 Kg Sabu Jaringan Freddy Pratama

Ilustrasi polisi tangkap gembong narkoba

BERKABAR.CO.ID – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan mencetak prestasi besar dengan menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 101,6 kilogram.

Barang haram tersebut diketahui bagian dari jaringan antarprovinsi yang terafiliasi dengan sindikat narkoba Fredy Pratama, gembong narkoba yang masih masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi kasus narkoba terbesar sepanjang tahun 2025 di wilayah Kalsel.

“Ini merupakan hasil dari 45 laporan polisi, dan semuanya terhubung dengan jaringan yang masih terkait dengan DPO Freddy Pratama,” ungkap Kapolda dalam konferensi pers, Senin 15 September 2025.

Baca Juga : Sempat Bakar Mobil, Sindikat International Selundupkan 8 Kilogram Sabu di Perbatasan

Selain 101,6 kg sabu, polisi juga menyita:

  • 11.973 butir ekstasi
  • 134 gram serbuk ekstasi

Dari serangkaian kasus tersebut, aparat mengamankan 60 tersangka, termasuk seorang perempuan yang turut berperan dalam jaringan peredaran barang haram tersebut.

“Total 60 orang diamankan, satu di antaranya perempuan,” jelas Kapolda.

Polisi mengungkapkan, sindikat narkoba ini mengoperasikan distribusi melalui jalur darat dan laut.

Baca Juga : Lansia di Kubu Raya Tertangkap Curi Kopi, Uang Hasil Jualan untuk Beli Sabu

Peredaran narkoba melibatkan jaringan dari berbagai wilayah, di antaranya:

  • Kalimantan Barat
  • Semarang
  • Banjarmasin
  • Aceh
  • Medan
  • Jakarta
  • Makassar

Barang haram tersebut sebagian besar diedarkan di Kalimantan Selatan, namun wilayah ini juga dijadikan jalur transit menuju provinsi lain.

“Ini jaringan besar antarprovinsi, dengan pola distribusi terorganisir lintas wilayah,” tegas Kapolda.

Baca Juga : Miliki 3,94 gram Sabu, Pria di Anjongan Mempawah Diringkus

Kapolda Kalsel menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Saat ini, Kalimantan Selatan masuk dalam empat besar provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk aktif memerangi narkoba.

“Mari kita bersama-sama memerangi narkoba demi mewujudkan generasi muda yang sehat dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. ***