Pelabuhan Kijing Rampung Siap Dongkrak Ekspor dan Dana Bagi Hasil Kalbar

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat memberikan keterangan terkait rampungnya Pelabuhan Kijing di Pontianak, Kamis, (4/9/2025).

BERKABAR.CO.ID – Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah akhirnya rampung. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memastikan pelabuhan strategis tersebut sudah siap digunakan setelah pemasangan crane selesai dilakukan.

Menurutnya, kehadiran pelabuhan ini akan menjadi pintu utama ekspor hasil bumi Kalbar seperti sawit dan tambang. Dengan begitu, Dana Bagi Hasil (DBH) yang selama ini tercatat di daerah lain bisa kembali sepenuhnya untuk Kalbar.

“Pelabuhan Kijing akan menjadi pelabuhan ekspor kita. DBH sawit, DBH tambang, semuanya akan masuk ke Kalbar, tidak lagi tercatat di daerah lain,” kata Krisantus, Kamis, 4 September 2025.

Ia menjelaskan, peningkatan DBH akan berpengaruh pada transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini sekaligus memperkuat posisi Kalbar dalam memanfaatkan potensi sumber daya alamnya.

Baca Juga : Peralatan Peti Kemas Menjadi Kendala Pelabuhan Internasional Kijing Belum Beroperasi

“Selama ekspor lewat Periuk atau Dumai, hasilnya dianggap berasal dari sana. Padahal sawit dan tambang itu dari Kalbar. Dengan adanya Pelabuhan Kijing, perhitungan DBH akan lebih adil,” tegasnya.

Selain meningkatkan pendapatan daerah, rampungnya Pelabuhan Kijing juga diharapkan membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Salah satunya adalah penyerapan tenaga kerja baru seiring beroperasinya pelabuhan tersebut.

“Manfaatnya bukan hanya untuk keuangan daerah, tetapi juga untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal,” tambah Krisantus. *** REH