Aksi Kamisan di Pontianak: Puluhan Aktivis Gambar Wajah Korban Penghilangan Paksa

Para aktivis saat menggambar wajah sejumlah aktivis yang pernah menjadi korban penghilangan paksa di Indonesia di Areal Bundaran Digulis Pontianak, Kamis 4 September 2025

BERKABAR.CO.ID – Puluhan aktivis kembali menggelar Aksi Kamisan di Bundaran Digulis Pontianak, Kamis 4 September 2025.

Dalam aksi tersebut, mereka menggambar wajah sejumlah aktivis yang pernah menjadi korban penghilangan paksa.

Salah satu peserta, Hafidh Ravy mengatakan aksi kali ini merupakan respon atas situasi sosial-politik yang terjadi beberapa hari terakhir di Indonesia.

Pihaknya juga menyuarakan tuntutan 17+8 yang telah digaungkan di banyak daerah.

“Ada juga live painting berupa melukis wajah para aktivis yang hilang secara paksa, seperti Munir, Wiji Tukul, dan Marsinah,” ucapnya, Kamis 4 September 2025.

Baca Juga : Fraksi PAN Desak Pemerintah Pusat Koreksi Skema DBH untuk Kalbar

Ia menjelaskan, pada malam hari kegiatan akan dilanjutkan dengan aksi menyalakan lilin.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi rekan-rekan aktivis yang gugur dalam perjuangan.

“Berdasarkan catatan, sedikitnya 10 orang telah meninggal dunia sejak aksi yang dimulai pada 25 Agustus 2025 lalu,” ungkapnya.

Hafidh menyebut, semangat Aksi Kamisan di Pontianak serupa dengan yang sudah berlangsung sebanyak 876 kali di depan Istana Negara.

Pihaknya berharap Presiden RI segera memberikan kejelasan terkait kasus-kasus penghilangan paksa tersebut.

Baca Juga : Tiga Anak yang Ikut Aksi DPRD Kalbar Ngaku Diajak Teman dan Grup Medsos

Lebih lanjut, ia juga menyesalkan tindakan represif aparat terhadap massa aksi, baik di Pontianak maupun di daerah lainnya.

Mereka mendesak agar kawan-kawan yang ditangkap untuk segera dibebaskan.

“Aksi Kamisan akan terus berlanjut sampai keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkasnya. *** Zul