BERKABAR.CO.ID – Hingga malam hari, aksi menuntut penghapusan tunjangan DPR masih berlangsung di Bundaran Digulis Kota Pontianak Kalimantan Barat, Jum’at 29 Agustus 2025.
Walaupun sempat ricuh saat dipukul mundur oleh aparat kepolisian sekitar pukul 18.30 Wib di Gedung DPRD Kalbar, massa masih melanjutkan aksinya.
Berdasarkan reportase dilapangan, hingga pukul 22.00 Wib aksi masih berlangsung.
Mereka menuntut teman-teman yang ditahan untuk segera dilepaskan.
Salah satu massa aksi, Rido mengatakan ada 20 orang massa aksi yang ditahan pihak kepolisian.
“Mereka sempat berjanji untuk melepaskan, namun sampai saat ini belum ditepati. Terus diulur proses pelepasannya. Pertama 6 ini 6 lagi,” ucapnya, Jum’at 29 Agustus 2025 malam.
Baca juga: Aksi Hari Ketiga di Pontianak, Polisi Amankan Belasan Demonstran, Beberapa Masih di Bawah Umur
Ia juga menyesalkan sikap aparat yang dinilai represif. Padahal ia bersama massa aksi lainnya sudah menunaikan permintaan kepolisian untuk kondusif.
“Mereka meminta kami tetap kondusif, tapi teman kami justru ditangkap. Polisi ini sebenarnya mengayomi atau menindas?,”ungkapnya.
Ia menuturkan, hingga saat ini dari 20 orang yang ditahan, baru 13 orang yang dilepaskan.
Sementara sisanya masih menunggu kepastian, termasuk satu orang yang disebut ditahan di kawasan Jalan Sutoyo.
“Proses negosiasi dengan pihak kepolisian belum menghasilkan keputusan yang jelas,” pungkasnya. (Zul)












