Ketua Komisi V DPR RI Dorong Ketersediaan Air Bersih di Kubu Raya

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus saat ditemui di Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis 21 Agustus 2025.

BERKABAR.CO.ID – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mendorong ketersediaan air bersih di Kabupaten Kubu Raya.

Karena menurutnya, dari sembilan kecamatan, enam di antaranya belum memiliki akses layanan air bersih.

Hal tersebut ia sampaikan pada Kunjungan Komisi V di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis 21 Agustus 2025.

“Ini pekerjaan rumah besar yang harus segera kita selesaikan,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia menuturkan sebagai Kabupaten penyangga, Kubu Raya masih memiliki persoalan serius, khususnya terkait kawasan kumuh.

Oleh karena itu, kehadirannya kali ini turut didampingi sejumlah pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Diantaranya Direktur Jenderal Perumahan, Kawasan Permukiman, serta Air Minum.

“Kehadiran para pejabat teknis ini dinilainya penting, mengingat kondisi infrastruktur dasar di Kubu Raya masih menghadapi banyak tantangan,” ungkapnya.

Baca juga: Gebyar Kemerdekaan ke-80 di Kubu Raya: Launching Ruang Publik, Hadiah Motor, Hingga Penampilan Artis Ibu Kota

Ia menekankan sepulangnya dari Kubu Raya, pihaknya harus memastikan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki infrastruktur di Kabupaten ini.

Lasarus juga menyampaikan rencana untuk melakukan kunjungan ke sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Barat.

Ia menilai perlunya konsolidasi bersama pemerintah daerah, termasuk dengan gubernur, guna menyamakan persepsi dalam pembangunan infrastruktur.

“Mudah-mudahan Kubu Raya ini bisa menjadi model ke depan,” ujarnya.

Baca juga: Angka Perceraian Tinggi, Terdapat 1.200 Janda Muda di Kubu Raya

Selain itu, ia juga menyoroti hambatan teknis yang kerap memperlambat pembangunan.

Beberapa di antaranya adalah persoalan data, perencanaan yang belum matang, kesiapan lahan, hingga proyeksi pemanfaatan infrastruktur yang dibangun.

“Seperti yang disampaikan Direktur Air Minum, jangan sampai infrastruktur sudah dibangun, tetapi akhirnya tidak dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Zul)