Ketua TP PKK Kalbar Soroti Peran Ibu Cegah Perilaku Menyimpang Anak

Erlina, ketua TP-PKK mengingatkan para orang tua untuk aktif mendampingi anak agar terhindar dari bullying dan pengaruh negatif pergaulan

BERKABAR.CO.ID – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina, menegaskan pentingnya peran keluarga, khususnya ibu, dalam mengawal tumbuh kembang anak agar terhindar dari perilaku menyimpang.

Hal ini disampaikan Erlina saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 di Pendopo Gubernur Kalbar, Sabtu 26 Juni 2025.

Ia mengingatkan bahwa masa remaja, terutama usia sekolah menengah pertama, merupakan fase yang rentan terhadap pengaruh buruk lingkungan.

Menurutnya, ibu sebagai sosok paling dekat dengan anak memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan membentengi anak dari hal-hal negatif.

Baca Juga : PKK Kota Pontianak Gandeng Konten Kreator Edukasi Cegah Stunting

“Stop bullying! Ajak anak bicara, buka tas mereka setelah pulang sekolah, dan perhatikan dengan siapa mereka berteman. Usia SMP adalah usia yang rawan, dan mereka butuh pendampingan lebih dari orang tua,” tegas Erlina.

Sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak APKASI, Erlina juga berbagi pengalaman pribadinya sebagai ibu dan tokoh publik. Ia menekankan bahwa sesibuk apa pun peran seorang ibu, waktu untuk anak tetap menjadi prioritas utama.

“Saya selalu menyisihkan waktu, sekecil apa pun, untuk mendengar cerita anak-anak saya. Kita harus hadir, tidak hanya secara fisik, tapi juga emosional,” ujarnya.

Erlina turut mendorong orang tua untuk mengarahkan anak-anak mereka mengikuti kegiatan positif, seperti kursus, les keterampilan, dan kegiatan keagamaan.

Baca Juga : Masyarakat Landak Didorong Hidupkan Gotong Royong dan Perkuat Keluarga Lewat BBGRM dan Harganas

Menurutnya, pengisian waktu luang dengan kegiatan bermanfaat dapat menjadi salah satu cara efektif mencegah anak dari perilaku menyimpang.

Peringatan Hari Anak Nasional ke-41 ini juga diisi dengan kegiatan senam bersama serta penampilan seni dari para pelajar tingkat SMP.

Erlina berharap ke depan, kegiatan semacam ini bisa digelar di ruang terbuka agar dapat melibatkan masyarakat luas dan memperkuat kepedulian terhadap isu perlindungan anak.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau para guru dan pendamping untuk tidak ragu menjalin komunikasi dengan Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar bila menemukan kasus-kasus kekerasan atau perundungan di lingkungan sekolah.

Baca Juga : Resmi Jadi Duta Imunisasi Kalbar, Erlina Norsan Siap Lawan Hoaks dan Perkuat Edukasi Masyarakat

Peringatan HAN ke-41 menjadi momentum refleksi bahwa perlindungan dan pendidikan karakter anak tidak bisa dilepaskan dari peran aktif keluarga.

Erlina menegaskan, sinergi antara rumah, sekolah, dan lingkungan menjadi kunci utama menciptakan generasi yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045. *** REH