Masyarakat Landak Didorong Hidupkan Gotong Royong dan Perkuat Keluarga Lewat BBGRM dan Harganas

Warga Desa Amboyo antusias mengikuti rangkaian BBGRM ke-12 dan Harganas ke-32.

BERKABAR.CO.ID – Semangat gotong royong dan penguatan peran keluarga kembali digaungkan di tengah masyarakat Kalimantan Barat melalui peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-12 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tingkat provinsi yang dipusatkan di Desa Amboyo, Kabupaten Landak, Kamis (24/7/2025).

Ribuan warga dari berbagai desa di Kabupaten Landak mengikuti rangkaian kegiatan yang disiapkan, mulai dari pelayanan KB gratis, pasar murah, penanaman pohon, olahraga bersama, hingga pemeriksaan kesehatan.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang belakangan mulai tergerus oleh modernisasi dan kehidupan serba individualis.

“Sekarang banyak yang merasa cukup dengan hidup sendiri, padahal dulu kita membangun rumah, panen, bahkan bersih kampung dilakukan bersama. Tradisi itu jangan hilang,” ujar Antonius, salah satu tokoh masyarakat yang ikut hadir.

Baca juga: Puluhan Ormas di Landak Turun ke Jalan Tolak Program Transmigrasi Pemerintah

Warga menyambut baik hadirnya pelayanan publik yang dibawa langsung ke tengah masyarakat. Nuraini (37), warga Kecamatan Ngabang, mengaku senang bisa mengakses layanan KB dan kesehatan tanpa harus pergi jauh ke puskesmas.

“Biasanya harus naik ojek ke kota. Sekarang lebih dekat dan gratis pula. Harapannya kegiatan begini bisa sering digelar,” ujarnya.

Selain pelayanan, kegiatan ini juga menjadi ruang berkumpul warga lintas usia untuk berinteraksi dan memperkuat ikatan sosial yang selama ini terkikis.

Baca juga: Bupati Karolin Sebut PT Wilmar dan PT Djarum Tak Miliki Izin HGU di Landak

Peringatan Harganas juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk masyarakat yang sehat dan sejahtera. Sejumlah penyuluh keluarga turut memberikan edukasi seputar pola asuh anak, kesehatan reproduksi, hingga pentingnya komunikasi dalam keluarga.

“Kalau keluarganya rukun, anak-anak juga tumbuh dengan baik. Ini investasi jangka panjang bagi desa dan daerah kita,” kata Yulita, kader PKK setempat. (Reh)