BERKABAR.CO.ID – Pada awal Juli 2025 ini, fenomena astronomi Aphelion kembali terjadi. Aphelion adalah momen ketika Bumi berada di titik paling jauh dari Matahari dalam orbit elipsnya mengelilingi pusat tata surya.
Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aphelion tahun ini terjadi pada 6 Juli 2025, di mana jarak antara Bumi dan Matahari mencapai sekitar 152,1 juta kilometer—lebih jauh sekitar 5 juta kilometer dibandingkan saat perihelion (titik terdekat), yang biasanya terjadi awal Januari.
Fenomena ini tidak berdampak besar terhadap suhu harian di permukaan Bumi, karena perbedaan musim lebih dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi, bukan oleh jarak terhadap Matahari. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir suhu mendadak dingin karena aphelion ini.
Namun, bagi para pengamat langit dan pecinta astronomi, Aphelion adalah momen menarik yang menegaskan bahwa orbit Bumi bukan lingkaran sempurna, melainkan sedikit lonjong (elips). Fenomena ini juga menjadi pengingat akan keteraturan mekanika langit dalam tata surya.
BRIN mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi ilmiah dari sumber tepercaya, mengingat beberapa waktu terakhir banyak beredar hoaks seputar Aphelion yang dikaitkan dengan cuaca ekstrem atau bencana.
Baca Juga : MUI Sayangkan Pengrusakan Tempat Ibadah di Sukabumi
Bagi yang ingin menyaksikan pergerakan langit, langit malam pada masa Aphelion justru menjadi waktu yang cukup baik untuk melakukan pengamatan bintang, karena posisi Matahari yang sedikit lebih jauh membuat malam lebih panjang di beberapa wilayah bumi.
Fenomena Aphelion merupakan kondisi astronomi di mana Bumi berada pada jarak paling jauh dari Matahari dalam lintasannya yang berbentuk elips. Beberapa ciri yang menandai terjadinya Aphelion antara lain:
- Terjadi setahun sekali
Aphelion merupakan peristiwa tahunan yang terjadi secara teratur, biasanya berlangsung pada awal Juli.
- Tidak terlihat dengan mata telanjang atau secara langsung
Berbeda dengan fenomena astronomi lain seperti gerhana, Aphelion tidak bisa diamati secara langsung di langit. Ini adalah perubahan posisi Bumi dalam orbitnya yang hanya bisa diketahui melalui perhitungan astronomi.
Baca Juga : McDonald’s Bumi Raya Resmi Dibuka, Usung Desain Dayak Betang
- Bumi berada di titik terjauh dari Matahari
Salah satu tanda utama Aphelion adalah posisi Bumi yang mencapai jarak terjauh-nya dari Matahari, yaitu sekitar 152,1 juta kilometer. Angka ini lebih jauh dibandingkan dengan saat Perihelion, ketika Bumi berada paling dekat dengan Matahari.
- Ukuran Matahari terlihat lebih kecil dari biasanya
Karena Bumi berada lebih jauh, Matahari akan tampak sedikit lebih kecil dari biasanya. Walaupun perbedaan-nya sangat kecil dan tidak begitu terasa tanpa bantuan alat pengamatan khusus.
- Sedikit menurunnya intensitas cahaya Matahari
Baca Juga : Peringatan Waisak di Wihara Vihara Vajra Bumi Kertayuga Berlangsung Khidmat, Umat Antusias Mandikan Rupang
Pada saat Aphelion, sinar Matahari yang diterima Bumi berkurang sekitar 7 persen dibandingkan ketika Perihelion. Namun, penurunan ini tidak menyebabkan suhu Bumi turun secara drastis. ***












