BRIN Kembangkan Chatbot Kesehatan

Ilustrasi Kecerdasan Buatan

BERKABAR.CO.ID – Periset dari Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN, Prabu Kresna Putra menyatakan kecerdasan buatan berbasis large language model (LLM) kini semakin luas dimanfaatkan di berbagai bidang. Salah satunya adalah di bidang kesehatan

Menurut Prabu, media sosial sebagai sumber data memiliki potensi besar karena sifatnya yang interaktif dan partisipatif.

Namun, penggunaan LLM menghadapi tantangan seperti kesalahan informasi atau hallucination, akibat keterbatasan data pelatihan.

“Untuk mengatasi hal ini, digunakan pendekatan retrieval-augmented generation (RAG), yang memungkinkan model mengakses sumber eksternal yang valid, seperti jurnal medis atau panduan kesehatan,” jelas Prabu.

Baca Juga : Warga Desa Diminta Bijak Gunakan Kecerdasan Buatan

BRIN sendiri telah mengembangkan Chatbot-LISA, sebuah chatbot berbasis web yang memberikan informasi seputar hemodialisis (cuci darah). Versi terbarunya, Chatbot-LISA 2.0, sudah mengintegrasikan LLM dengan sistem RAG dan data yang telah divalidasi oleh para ahli.

Chatbot-LISA menyajikan informasi dalam delapan kategori, seperti obat, makanan, penyakit, gaya hidup, hingga terapi dan perawatan. Meski begitu, chatbot ini hanya bersifat informatif dan bukan pengganti konsultasi medis langsung.

“Chatbot ini diharapkan bisa membantu pasien maupun tenaga medis dalam mengakses informasi kesehatan secara cepat dan aman,” ujar Prabu.

Baca Juga : Teknologi AI Tidak Akan Pernah Gantikan Pemikiran Manusia dalam Berkarya

Selain di bidang medis, LLM juga mulai dimanfaatkan di sektor pendidikan. Indra Budi dari Universitas Indonesia menyebutkan bahwa teknologi ini bisa digunakan untuk membuat soal secara otomatis, sesuai dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran.

“Namun tetap perlu validasi dari guru. LLM bukan untuk menggantikan peran pengajar,” tegasnya. ***