BERKABAR.CO.ID – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengimbau masyarakat desa agar bijak dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya di tengah percepatan digitalisasi yang kian pesat.
“Hal-hal yang berkaitan dengan percepatan, perkembangan, dan keterbaruan, silakan manfaatkan kecerdasan buatan. Tapi gunakan secara bijak,” ujar Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Dicky Yosepial.
Dicky menyoroti salah satu bentuk penyalahgunaan AI, yaitu untuk membuat dan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Ia mengingatkan bahwa literasi digital menjadi kunci agar teknologi tidak disalahgunakan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat desa tidak bisa menutup diri dari kemajuan teknologi yang terus berkembang. Justru, adaptasi terhadap perubahan digital penting untuk mendorong kemajuan desa.
Baca Juga : Teknologi AI Tidak Akan Pernah Gantikan Pemikiran Manusia dalam Berkarya
“Apabila warga desa menutup diri dari perkembangan teknologi digital, mereka berisiko menjadi sumber daya manusia yang tertinggal,” katanya.
Sebagai upaya mendukung transformasi digital di desa, Kemendes PDT telah merancang program Desa Digital, yang mencakup peningkatan literasi teknologi dan integrasi layanan digital.
“Saat ini hampir semua program pemerintah berbasis digital. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus melek digitalisasi,” tambah Dicky.
Baca Juga : Tesla Tidak Tertarik Bangun Pabrik di India
Program ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dalam pembangunan berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. ***












