Dua dari Enam Korban Kasus Pencabulan oleh Oknum ASN di Kalbar Hilang

ilustrasi

BERKABAR.CO.ID – Dua dari enam korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti Sosial Anak (PSA) Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat dikabarkan hilang dari tempat perlindungan.

Berdasarkan informasi yang diterima, kedua korban tersebut diduga dijemput oleh seorang perempuan berambut pendek yang mengaku sebagai petugas dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Pontianak.

Namun, informasi tersebut dibantah oleh pihak KPAD.

Komisioner Divisi Kekerasan Seksual KPAD Kota Pontianak, Ameldalia mengaku tidak pernah melakukan penjemputan terhadap kedua korban tersebut.

“Kami memang memberikan pendampingan, tapi tidak pernah menjemput mereka,” ucapnya, Selasa (1/7) siang.

Baca juga: Oknum ASN Cabul di Kalbar Terancam Dipecat, Panti Sosial Akan Dievaluasi

Ameldalia juga mengungkapkan saat melakukan kunjungan ke shelter, ia hanya bertemu dengan empat korban.

Sementara dua lainnya memang tidak berada di lokasi sejak awal.

“Secara psikologis, kondisi mereka mulai membaik. Mereka dalam keadaan aman dan benar-benar dijaga. Bahkan penggunaan ponsel mereka pun dibatasi,” ungkapnya.

Ia memastikan tidak ada pihak yang melakukan intervensi terhadap proses hukum atau mempengaruhi keterangan para korban.

“Mereka mengatakan siap dan berani untuk bersaksi. Kami ingin memastikan mereka tetap kuat dan tidak tergoyahkan,” pungkas Ameldalia.(Zul)