BERKABAR.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar optimistis penyelenggaraan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun ini akan berjalan lancar.
Ia menyampaikan hal itu dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Tim Pengawas Haji DPR RI dan Amirul Hajj di Makkah.
Optimisme Menag didasarkan pada berbagai permasalahan teknis yang mulai terselesaikan menjelang puncak haji.
Salah satunya adalah soal pemberangkatan jemaah ke Armuzna yang kini berbasis hotel, bukan lagi berdasarkan syarikah, sehingga memungkinkan pasangan yang sebelumnya terpisah untuk diberangkatkan bersama.
“Saya merasakan keajaiban di Tanah Suci ini. Persoalan rumit satu per satu mulai terurai,” kata Menag.
Dalam rapat, Tim Pengawas Haji DPR RI merekomendasikan tiga hal penting: penggabungan pasangan jemaah yang terpisah, pemberangkatan ke Armuzna berdasarkan hotel, serta penyelesaian distribusi Kartu Nusuk—yang menjadi tiket masuk ke Armuzna—selambat-lambatnya 3 Juni pukul 20.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Baca Juga : Bupati Alexander Ingatkan Calon Jemaah Haji Jaga Pola Makan
Menag memastikan rekomendasi tersebut akan dijalankan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk DPR, yang telah berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan teknis haji.
“Tanah Suci adalah tempat yang menyatukan eksekutif dan legislatif dalam upaya menyukseskan penyelenggaraan haji,” ujarnya.
Anggota Tim Pengawas, Adies Kadir, mengapresiasi kinerja Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Ia menyebut dua kemajuan signifikan: pertama, 98 persen Kartu Nusuk sudah terbit dan sisanya dijamin akan selesai dicetak sebelum Armuzna; kedua, pasangan jemaah yang sempat terpisah kini dapat bergabung kembali.
Baca Juga : Humaira Maharani, Jemaah Haji Termuda Asal Sambas Berusia 18 Tahun
Sementara itu, anggota Tim Pengawas lainnya, Saan Mustopa, menegaskan komitmen untuk terus mendorong perbaikan layanan haji, sesuai visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang lebih baik. ***












