Hindari Kecelakaan, Pemeriksaan Kendaraan Harus Dilakukan Secara Rutin

Ilustrasi Pemeriksaan Kendaraan

BERKABAR.CO.ID – Kecelakaan lalu lintas akibat kegagalan sistem pengereman masih sering terjadi di berbagai wilayah, menelan banyak korban jiwa.

Salah satu kejadian terbaru menimpa sebuah truk tronton dan minibus di Jalan Raya Purworejo-Magelang, Desa Kalijambe, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu 7 Mei 2025 lalu yang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.

Peristiwa tragis tersebut disebabkan oleh rem truk yang tidak berfungsi saat melaju di jalan menurun dan mencoba mendahului kendaraan lain. Akibatnya, truk terguling dan menabrak sebuah rumah di lokasi kejadian.

Menanggapi hal ini, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menegaskan pentingnya pemeriksaan kendaraan secara rutin, khususnya sebelum kendaraan digunakan untuk beraktivitas.

“Lakukan pengecekan kendaraan setiap pagi. Fokus utama ada pada sistem pengereman, kerja mesin, dan suspensi, karena ketiganya berperan penting dalam menjaga kestabilan kendaraan,” ujar Sony seperti dikutip dari Antara, Sabtu 10 Mei 2025.

Sony juga mengingatkan agar para pemilik kendaraan, terutama pengusaha angkutan barang, mematuhi aturan terkait kapasitas muatan kendaraan.

Ia menilai bahwa banyak kecelakaan terjadi karena beban yang dibawa melebihi kapasitas yang disarankan, sehingga kendaraan sulit dikendalikan.

Ia menyarankan agar muatan kendaraan dikurangi hingga 25 persen, terutama saat melintasi jalanan berbukit atau menurun.

“Pastikan muatan tidak ODOL (Over Dimension Over Load) dan sesuaikan dengan kemampuan daya angkut kendaraan. Pengurangan muatan 25 persen sangat dianjurkan ketika melewati jalan menurun agar kendaraan tetap stabil,” jelasnya.

Kecelakaan yang disebabkan oleh rem blong dapat dicegah dengan disiplin dalam perawatan kendaraan dan kepatuhan terhadap aturan beban maksimal.

Edukasi kepada para sopir dan pemilik armada menjadi langkah penting untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.***