BERKABAR.CO.ID – PP PBSI, Pengprov PBSI Kalimantan Barat, dan Polytron berkolaborasi menggelar Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Turnamen ini resmi masuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 100 dan berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak pada 1 hingga 6 September 2026.
Turnamen ini memperebutkan total hadiah sebesar 120 ribu dolar AS. Para atlet tak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga mengumpulkan poin ranking BWF demi memperbaiki posisi dunia mereka. Besarnya hadiah dan poin ini memastikan persaingan berlangsung sangat ketat sejak babak awal.
Sebanyak 356 atlet dari 17 negara memastikan diri tampil pada turnamen ini. Peserta datang dari berbagai benua, mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika Utara. Indonesia mengirimkan 107 atlet sebagai kontingen terbanyak, disusul Chinese Taipei dengan 79 atlet, India 34 atlet, Tiongkok 29 atlet, dan Thailand 22 atlet.
Baca juga: Tertinggal di Gim Pertama, Ferdinansyah/Rahayu Kunci Gelar Juara di Gim Penentuan
Sejumlah pemain top Indonesia memimpin skuad Merah Putih untuk mengamankan gelar di depan publik tuan rumah. Anthony Sinisuka Ginting memimpin sektor tunggal putra, sedangkan Thalita Ramadhani Wiryawan dan kawan-kawan mengisi sektor tunggal putri.
Di sektor ganda, Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino memimpin pasangan ganda putra. Sementara itu, pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti dan Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu menjadi andalan di sektor ganda campuran.
Ketua Panitia Pelaksana Yuni Kartika menyebut peningkatan level turnamen ini sebagai tantangan sekaligus kebanggaan bagi Kota Pontianak.
“Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya BWF World Tour Super 100. Kami menganggap ini sebagai tantangan, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat menyaksikan persaingan yang lebih ketat,” ujar Yuni.
Yuni juga meminta masyarakat untuk memadati GOR Terpadu Ahmad Yani. Ia menjamin panitia menjual tiket dengan harga terjangkau agar para Badminton Lovers merasakan langsung atmosfer pertandingan internasional.
Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat Joko Sularso menyambut positif gelaran dua turnamen internasional secara berurutan. Ia menilai momen ini membuktikan kapasitas Pontianak sebagai tuan rumah event bulutangkis dunia.
“Pontianak memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah event internasional. Kehadiran pemain nasional dan internasional juga memberikan dampak positif bagi pembinaan atlet muda di Kalimantan Barat. Mereka bisa menyerap motivasi langsung dari para pemain top,” paparnya.
Gelaran Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 ini langsung mengiringi kesuksesan Indonesia pada ajang Polytron Pontianak International Challenge 2026. Tim Merah Putih berhasil meraih tiga gelar juara pada turnamen pembuka tersebut melalui Richie Duta Richardo, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, dan Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo. (wan)












