Tertinggal di Gim Pertama, Ferdinansyah/Rahayu Kunci Gelar Juara di Gim Penentuan

Digerakkan Sorakan Penonton, Ferdinansyah/Rahayu Selamatkan Gim Kedua Menuju Juara.

BERKABAR.CO.ID – Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah-Apriyani Rahayu berhasil mengunci gelar juara pada turnamen Polytron Pontianak International Challenge 2026. Mereka mengalahkan wakil China Taipei, Sheng Ming Lin/Liang Ching Sun, lewat pertarungan tiga gim yang berlangsung ketat di GOR Terpadu A Yani Pontianak pada 30 Agustus 2026.

Final ganda campuran Polytron International Challenge ini menyajikan pertandingan sengit sejak awal. Kedua pasangan langsung melakukan jual beli serangan. Pasangan China Taipei mengamankan gim pertama dengan skor 21-19 atas pasangan Indonesia.

Pertarungan sengit kembali mewarnai gim kedua. Kedua pasangan terus saling mengejar angka sejak awal gim. Pasangan Indonesia mengejar defisit dua poin dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 10-10. Ferdinansyah/Rahayu berbalik unggul 12-11, tetapi lawan segera menyamakan skor menjadi 12-12.

Baca juga: Debut Sempurna! Pasangan Anyar Wahyu/Pulung Juara Ganda Putra di Pontianak

Memasuki fase krusial gim kedua, pasangan China Taipei terus tampil menekan dan berhasil menciptakan keunggulan tiga poin pada posisi 16-13. Perlahan, pasangan Indonesia kembali mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 6-16 sebelum berbalik memimpin dengan skor 17-16. Sheng Ming Lin menghentikan laju Indonesia lewat smash keras yang menyamakan skor menjadi 17-17.

Menjelang akhir gim kedua, kedua pasangan menunjukkan permainan terbaiknya. Mereka menciptakan skor ketat dengan 19-19 dan 20-20 yang memaksa terjadinya deuce.

Kedua tim sama-sama tidak mau menyerah dan terus berbagi angka ketat pada posisi 21-21, 22-22, hingga 23-23. Mendapat dukungan sorakan penonton yang memadati GOR, pasangan Indonesia mengambil keunggulan tipis 26-25. Mereka akhirnya menyudahi gim kedua dengan kemenangan dramatis 27-25 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Memasuki gim penentuan, pasangan Indonesia langsung tancap gas dan memimpin 3-1. Ferdinansyah/Rahayu tidak mengendurkan serangan dan terus memimpin hingga skor 7-3. Pasangan China Taipei mengalami kesulitan karena sering melakukan pengembalian bola yang kurang baik. Sejumlah kesalahan yang dilakukan Lin/Sun membuat selisih poin semakin jauh menjadi 10-4. Pasangan Indonesia akhirnya menutup interval gim ketiga dengan keunggulan 11-6.

Ketinggalan lima poin tidak menyurutkan semangat pasangan China Taipei. Mereka mampu mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 12-12.

Namun, Ferdinansyah/Rahayu perlahan menemukan kembali performa maksimal mereka. Pasangan Indonesia ini berhasil merebut kembali keunggulan dan memimpin dengan skor 19-16. Ganda campuran Indonesia ini akhirnya mengunci kemenangan gemilang dengan skor akhir 21-19 di gim penentuan tersebut.(wan)