BERKABAR.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang akhir tahun. Fokus pengendalian inflasi terus diperkuat menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru yang biasanya memicu peningkatan permintaan.
Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga dan berkoordinasi dengan kabupaten/kota serta instansi terkait untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga.
“Kami terus mengikuti perkembangan inflasi dan siap mengambil langkah cepat agar stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya usai mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Nasional yang dipimpin Mendagri secara virtual, Selasa (4/11).
Baca juga: Kalbar Perluas Kebijakan Zakat ASN Muslim Lewat Sistem Payroll
Dalam pertemuan itu, Mendagri mengingatkan daerah agar mewaspadai kenaikan harga akhir tahun dan memastikan koordinasi untuk menjaga pasokan serta stabilitas harga kebutuhan pokok. Pemerintah daerah juga diminta tidak menaikkan tarif transportasi umum dan air minum.
Harisson menegaskan arahan tersebut akan ditindaklanjuti di Kalbar.
“Tidak ada kenaikan tarif transportasi dan air minum. Kami memastikan pasokan aman, harga terkendali, dan masyarakat tidak terbebani,” katanya.
Inflasi nasional hingga akhir Oktober 2025 tercatat 2,86 persen secara tahunan, masih dalam kategori terkendali namun perlu diwaspadai karena mendekati periode peningkatan konsumsi. Beberapa komoditas penyumbang inflasi antara lain beras, cabai, ikan segar, daging ayam, dan tarif air.
Pemprov Kalbar memastikan koordinasi lintas sektor terus ditingkatkan, termasuk pemantauan lapangan, operasi pasar bila diperlukan, dan penguatan distribusi agar harga kebutuhan pokok tetap stabil.(Mdr).












