BERKABAR.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola zakat melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas Kalbar yang digelar di Pendopo Gubernur, Selasa (4/11). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah dan Baznas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Baznas memperluas pengumpulan zakat, terutama dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Muslim di lingkungan Pemprov Kalbar.
“Kami dari pemerintah sangat mendukung kegiatan ini. Harapan ke depan, Baznas semakin optimal menarik zakat dari para muzaki sehingga dapat membantu fakir miskin,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Ria Norsan Imbau Media Sampaikan Informasi Berdasar Fakta
Pemprov Kalbar telah menerapkan sistem pemotongan zakat berbasis payroll untuk ASN Muslim. Melalui skema ini, gaji ASN secara otomatis dipotong 2,5 persen setiap bulan dan disalurkan melalui Baznas.
“Program ini sudah berjalan di Kabupaten Mempawah. Ke depan, seluruh ASN di lingkungan OPD juga akan menerapkan potongan 2,5 persen. Saya juga akan menyampaikan hal ini kepada bupati dan wali kota di Kalbar,” tambahnya.
Tak hanya bagi pemimpin Muslim, ia juga mendorong kepala daerah non-Muslim untuk mendukung pelaksanaan zakat ASN sebagai bagian dari pelayanan publik dalam meningkatkan kesejahteraan.
“Seorang kepala daerah meski non-Muslim tetap berkewajiban menjalankan fungsi pemerintahan, termasuk mendorong ASN Muslim menunaikan zakatnya,” jelasnya.
Ria Norsan juga menyoroti keberhasilan pengelolaan zakat di Kuching, Malaysia, yang dinilai mampu mengembangkan aset produktif dan memberikan manfaat sosial langsung kepada masyarakat miskin.
“Baznas Kalbar perlu meniru sistem seperti di Kuching yang sudah sangat profesional. Jika memungkinkan, lakukan studi banding untuk melihat pengelolaan zakat mereka,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam layanan zakat agar masyarakat dapat berzakat dan bersedekah dengan lebih mudah melalui perangkat seluler.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah provinsi menerima penghargaan dari Baznas Kalbar atas komitmen dan pelaksanaan sistem payroll zakat ASN tingkat provinsi. Langkah ini diharapkan memperkuat Gerakan Zakat Nasional sekaligus mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat. (Mdr).












