BERKABAR.CO.ID – Industri film horor Indonesia kembali mencatat prestasi. Dua judul terbaru, “Labinak: Mereka Ada di Sini” dan “Jembatan Shiratal Mustaqim”, resmi dipasarkan ke pasar global oleh Mockingbird Pictures, perusahaan distribusi film asal Vietnam, melalui ajang Asian Contents and Film Market (ACFM) yang digelar beriringan dengan Busan International Film Festival (BIFF) 2025 di Korea Selatan.
“Labinak: Mereka Ada di Sini” karya Azhar Kinoi Lubis, yang sebelumnya sukses dengan Petaka Gunung Gede, telah tayang di bioskop Indonesia sejak 21 Agustus 2025. Film bertema kanibalisme ini dibintangi Raihaanun, Nayla Purnama, dan Arifin Putra.
Sementara itu, “Jembatan Shiratal Mustaqim” garapan Bounty Umbara dari Dee Company akan tayang perdana di bioskop Indonesia pada 9 Oktober 2025. Perusahaan ini sebelumnya sukses dengan horor populer seperti Vina: Sebelum 7 Hari (2024) dan Siksa Neraka (2023).
Baca Juga : Leonardo DiCaprio dan Jennifer Lawrence Kembali Beradu Akting, Disutradarai Martin Scorsese
Mockingbird Pictures, salah satu distributor independen terbesar di Vietnam, baru setahun terakhir merambah bisnis penjualan film internasional.
Lewat ACFM, perusahaan ini tidak hanya memasarkan film Indonesia, tetapi juga membuka peluang kolaborasi produksi lintas negara.
“Kami ingin menciptakan film berkelas dunia yang beresonansi secara budaya dan mampu menginspirasi penonton global,” kata Direktur Bisnis Mockingbird, Phong Duong, Jumat 19 September 2025.
Langkah ini menandai semakin kuatnya posisi film horor Indonesia di pasar Asia, bahkan berpotensi menembus pasar internasional yang lebih luas.
Baca Juga : Fadli Zon : Pentingnya Menggali Ulang Sejarah Proklamasi Lewat Film dan Skenario
Dengan rekam jejak film horor lokal yang sering sukses di box office, penetrasi ke festival film bergengsi diyakini akan memperkuat citra Indonesia sebagai salah satu pusat horor Asia. ***












