BERKABAR.CO.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa bangsa Indonesia perlu kembali menelusuri jejak sejarah Proklamasi 1945.
Ia menilai masih banyak kisah dari tokoh bangsa seperti Soekarno dan Mohammad Hatta yang belum tereksplorasi maksimal, khususnya bila dikemas melalui pendekatan kreatif seperti film dan penulisan skenario.
“Sejarah proklamasi itu kaya akan cerita. Ada sisi pahlawan, kerajaan, bahkan peristiwa kecil yang bisa menginspirasi. Kalau digarap dengan skenario yang inovatif, generasi muda akan lebih mudah memahami dan menghayati,” ungkap Fadli Zon di Jakarta, Kamis 18 September 2025.
Fadli juga mendorong adanya kurikulum khusus penulisan skenario di perguruan tinggi. Menurutnya, mata kuliah tersebut akan sangat diminati karena membuka peluang baru di dunia perfilman dan literasi sejarah.
Semangat yang sama diusung Yayasan Lembaga Kajian Heritage Indonesia (YLKHI) dengan menggelar Lomba Naskah Film Rumah Proklamasi.
Ketua YLKHI Teddy Ichsan Arifin menyebut, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk:
- Mencetak penulis skenario bertalenta,
- Mengangkat kualitas karya sejarah,
- Mengajak publik aktif melestarikan sejarah,
- Membuka ruang kolaborasi antara penulis, pelatih, dan komunitas film.
Menurut Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Bondan Kanumoyoso, film sejarah lebih menyentuh emosi penonton dibanding media lainnya.
“Lewat visual, pesan sejarah akan lebih kuat tersampaikan ke generasi muda. Karena itu, kami fasilitasi ide-ide mereka dengan pelatihan dan pendampingan,” jelasnya.
Baca Juga : Presiden Prabowo Sampaikan Jika DPR akan Cabut Sejumlah Kebijakan Termasuk Tunjangan
Menanggapi inisiatif YLKHI, Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa program ini bisa mendapat dukungan dari Dana Indonesiana, salah satu skema pembiayaan Kementerian Kebudayaan.
“Dana Indonesiana diarahkan untuk menciptakan ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan. Film sejarah jelas masuk dalam upaya itu, karena bukan sekadar hiburan, tapi juga membangun karakter bangsa,” tegas Fadli.
Ia menambahkan, film bisa menjadi medium strategis untuk menumbuhkan apresiasi sejarah sekaligus membuka ruang bagi insan kreatif menyalurkan ide.
Dengan dukungan pemerintah, insan perfilman, dan komunitas budaya, Fadli Zon berharap proyek-proyek kreatif seperti lomba naskah film dapat menghidupkan kembali semangat proklamasi.
Baca Juga : Resmi! Inilah Siswa Terpilih Jadi Pembawa Bendera Merah Putih di Istana Merdeka 17 Agustus 2025
“Bangsa ini tidak boleh kehilangan memori sejarahnya. Film adalah salah satu cara paling ampuh untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai itu,” pungkasnya. ***












