Indra Sjafri Ingatkan Generasi Malas Gerak Bisa Jadi Bom Waktu untuk Indonesia

Ilustrasi anak anak Indonesia sedang asyik bermain sepak bola

BERKABAR.CO.ID – Tren anak muda Indonesia yang semakin jarang berolahraga membuat Indra Sjafri angkat bicara.

Mantan pelatih timnas U-19 itu menilai kebiasaan “malas gerak” akibat teknologi modern bisa menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan dan masa depan bangsa.

“Anak umur 4–15 tahun ada 40 juta jiwa di Indonesia. Mereka harus didorong untuk hidup sehat sejak dini,” kata Indra, Sabtu 20 September 2025.

Indra menegaskan bahwa tubuh manusia diciptakan untuk bergerak. Namun, dengan kemajuan teknologi, anak-anak cenderung lebih banyak duduk diam bermain gadget daripada beraktivitas fisik.

Baca Juga : Klub Sepak Bola di Indonesia Harus Tanggung Jawab Penuhi Kewajiban Finansial

Jika budaya ini terus berlanjut, kata Indra, dampaknya bukan hanya pada kesehatan individu, tetapi juga pada produktifitas generasi Indonesia di masa depan.

Senada dengan Indra, legenda sepak bola nasional Maman Abdurrahman menambahkan bahwa olahraga tidak harus mahal atau terbatas pada fasilitas tertentu.

“Olahraga bisa dilakukan di rumah, kantor, bahkan ruang sempit sekalipun. Yang penting adalah kemauan,” tegas mantan bek Persija Jakarta itu.

Baik Indra maupun Maman mengapresiasi berbagai pihak yang aktif mendorong gaya hidup sehat. Mereka berharap kampanye ini semakin massif sehingga anak muda bisa menjadi pionir perubahan.

Baca Juga : PSSI Dorong Hak Penuh Pengelolaan Lapangan untuk Tingkatkan Prestasi Sepak Bola Pontianak

“Kalau anak muda terbiasa bergerak sejak dini, otomatis gaya hidup sehat akan membudaya dan menguntungkan bangsa ke depan,” tutup Indra. ***