BERKABAR.CO.ID – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perhubungan merancang pengaturan jam operasional pengisian BBM untuk kendaraan berat di SPBU.
Langkah ini dilakukan untuk mengurai antrean panjang yang kerap mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Y Trisna Ibrahim, menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk pembatasan, melainkan pengaturan agar kepentingan semua pihak bisa terakomodasi dengan baik.
“Ini bukan pembatasan. Kita mengatur, untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan lainnya,” ujar Trisna, Senin 28 Juli 2025.
Baca Juga : SPBU di Roma Italia Terbakar, 45 Orang Terluka
Rencana ini akan dituangkan dalam surat edaran Wali Kota Pontianak, yang mengatur waktu pengisian BBM subsidi bagi truk-truk besar di SPBU.
Salah satu contoh yang sudah berjalan adalah SPBU OSO yang telah menerapkan jam khusus pengisian mulai pukul 21.00 WIB hingga dini hari.
“Tujuannya, bagaimana caranya kita bisa atur, tapi tidak mematikan usaha atau kegiatan ekonomi pengusaha,” tegas Trisna.
Ia menyebutkan, selama ini antrean panjang di SPBU membuat lalu lintas terganggu, bahkan tak jarang menimbulkan potensi kecelakaan.
Baca Juga : Sekda Harisson Minta Pertamina dan BPH Migas Tindak Tegas SPBU Nakal
“Ada satu-dua kejadian karena kendaraan bermanuver secara mendadak untuk masuk antrean. Ini membahayakan,” ucapnya.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Pontianak, hadir pula perwakilan dari Pertamina, BPH Migas, Hiswana Migas, Organda, hingga ALFI/ILFA.
Mereka sepakat untuk menyusun strategi yang tidak hanya menguntungkan pengusaha angkutan, tetapi juga menjaga keteraturan di jalan raya.
Beberapa SPBU, lanjut Trisna, sebenarnya telah menerapkan sistem antrean dengan pendaftaran online menggunakan barcode.
Namun, antrean tetap padat karena masih banyak sopir yang datang lebih awal dari jadwal mereka.
Baca Juga : Kalbar Diduga Banyak SPBU Nakal, Solar Subsidi Dijual Hingga Rp10 ribu Perliter
“Pendaftaran itu untuk H-1. Tapi karena takut tidak dapat kuota, mereka datang lebih awal. Akibatnya, terjadi penumpukan,” jelasnya.
Trisna juga memastikan bahwa pasokan BBM subsidi di Kalbar masih aman. “Pasokan aman. Ada kuota sekitar 13 ribu kiloliter, cukup untuk lima hari,” tambahnya. *** REH












