Kalbar  

Setahun Norsan-Krisantus: Fokus Dunia Pendidikan untuk Membangun Fondasi Kalbar Masa Depan

Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan.

BERKABAR.CO.ID – Tepat setahun memimpin Kalimantan Barat, Gubernur Ria Norsan bersama Wakilnya Krisantus Kurniawan menegaskan komitmen menjadikan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Sejak awal masa jabatan, berbagai kebijakan strategis digulirkan untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong pemerataan layanan pendidikan di 14 kabupaten/kota.

Transformasi tersebut dimulai dari penguatan akses digital di sekolah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan program internet gratis guna mendukung proses belajar berbasis teknologi.

Program ini telah diuji coba di sejumlah sekolah dan diberikan tanpa membebani anggaran operasional, sehingga tenaga pendidik dan siswa dapat mengakses sumber belajar secara lebih luas dan cepat.

Baca juga: Ria Norsan: 2.145 Posbakum di Kalbar Akan Menegakkan Pondasi Kuat Bagi Keadilan

Di sisi lain, perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan siswa juga diwujudkan melalui kebijakan subsidi SPP bagi sekolah swasta. Sekitar 21 ribu siswa di 274 sekolah prioritas menerima bantuan tersebut. Untuk jenjang SMA dan SMK, subsidi diberikan sebesar Rp100 ribu per bulan, sedangkan bagi Sekolah Luar Biasa (SLB) sebesar Rp200 ribu per bulan.

Kebijakan ini menjadi langkah konkret agar keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghambat anak-anak Kalbar untuk terus bersekolah. Komitmen pemerataan pendidikan juga diperkuat melalui inisiasi Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi keluarga kurang mampu.

Konsep pendidikan terpadu ini dirancang menampung jenjang SD hingga SMA dengan jumlah siswa terbatas di setiap kelas agar pembelajaran lebih efektif dan terarah. Program tersebut diproyeksikan berjalan gratis dan inklusif, sembari menunggu arahan teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Baca juga: Momen Kehangatan Norsan-Krisantus di Perayaan Natal

Upaya peningkatan mutu pendidikan turut diwujudkan lewat rencana pembangunan Sekolah Garuda Unggul di Kabupaten Mempawah. Lahan seluas 24 hektare telah diserahkan kepada pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan sekolah unggulan tersebut. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Selain akses dan mutu pendidikan, perhatian juga diberikan pada aspek kesehatan peserta didik melalui program Makan Bergizi Gratis. Menurut Ria Norsan, kecukupan gizi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi cerdas dan berkarakter. Anak yang sehat dan tercukupi gizinya diyakini lebih siap menerima pelajaran serta tumbuh optimal.

Melalui sinergi berbagai program tersebut, kepemimpinan Norsan–Krisantus optimistis wajah pendidikan Kalimantan Barat akan semakin maju, merata, dan berkelanjutan. Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing daerah di masa mendatang.***