Listrik Hijau Terangi 391 Ribu Keluarga, ESDM Targetkan Seluruh Desa Teraliri 100 Persen pada 2029

Ilustrasi ESDM Targetkan Seluruh Desa Teraliri 100% pada 2029

BERKABAR.CO.ID – Ratusan ribu keluarga di pelosok Indonesia kini bisa menikmati terang listrik hijau.

Berkat program Kementerian ESDM, 391 ribu kepala keluarga di 484 desa terpencil sudah menikmati listrik hijau yang bersumber dari pembangkit energi terbarukan, mulai dari tenaga surya (PLTS), mikro hidro (PLTMH), hingga biomassa.

“Selama 8 tahun ini, Kementerian ESDM sudah membangun 74 megawatt (MW) pembangkit listrik energi baru terbarukan. Ini sudah memberikan akses listrik kepada 391 ribu kepala keluarga,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi dalam wawancara di Jakarta, Senin 22 September 2025.

Eniya menjelaskan, meski kapasitas listrik terlihat kecil, pembangunan ini sangat signifikan karena ditujukan ke wilayah yang sama sekali tidak terjangkau jaringan PLN.

Baca Juga : Breaking The Border: Enam DJ Kuching Bawa Energi Musik Elektronik ke Pontianak

Untuk daerah seperti itu, pemerintah membangun sistem off grid berbasis energi terbarukan. “Kalau pakai diesel di daerah terpencil, biayanya akan sangat mahal. Maka kita gunakan energi terbarukan yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Program listrik hijau akan terus digencarkan hingga pemerintah memastikan seluruh lapisan masyarakat teraliri listrik pada 2029.

Eniya menegaskan, pembangkit tidak hanya terbatas pada surya, hidro, atau biomassa, tetapi bisa diperluas ke sumber energi terbarukan lain sesuai potensi daerah.

“Arahan Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia), akses listrik harus menjangkau semua masyarakat hingga 2029. Nanti kapasitas pembangkit juga akan bertambah signifikan,” tambahnya.

Baca Juga : Akademisi Perempuan Kalbar, Netty Herawati Ikuti Seleksi Anggota Dewan Energi Nasional

Sebelumnya, Menteri Bahlil mengungkap dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, bahwa target pemerintah adalah mengaliri listrik ke 5.700 desa dan 4.400 dusun di berbagai daerah pada periode 2029–2030. ***