Warga Pontianak Keluhkan Kelangkaan Gas 3 Kg, Harga di Atas Pangkalan

Sapri (60), warga Gang Sawo, Pontianak, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram di sekitar tempat tinggalnya

BERKABAR.CO.ID – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kembali dikeluhkan warga Kota Pontianak. Sapri (60 tahun), warga Gang Sawo, mengungkapkan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi di sekitar tempat tinggalnya.

Saat ditemui di SPBU Jalan Martadinata pada Selasa 9 September 2025, Sapri mengatakan, meski di sekitar rumahnya terdapat beberapa pangkalan resmi, ia justru tidak mendapat jatah.

“Depan gang saya ada pangkalan, tapi nggak bisa dapat. Makanya saya beli di sini,” kata Sapri.

Ia menilai, kelangkaan yang terjadi bukan karena stok terbatas, melainkan adanya dugaan praktik nakal dari sebagian penjual.

Baca Juga : Satgas Pamtas Gagalkan Penyeludupan 63 Kilogram Sabu di Perbatasan

“Gas nggak mungkin langka. Yang jual itu yang nggak benar. Pangkalan seminggu bisa dapat 300 tabung, masa 100 saja nggak bisa melayani,” tambahnya.

Sapri juga menyebut adanya perbedaan harga yang dipatok penjual. Menurutnya, harga resmi di pangkalan sebesar Rp18.500 per tabung, tetapi ada yang menjual hingga Rp19 ribu.

“Harga mereka beda dengan pangkalan,” ungkapnya.

Ia berharap penyaluran gas bersubsidi kembali diatur lebih ketat agar tepat sasaran. “Dulu kalau ambil, pakai KTP, nomor, dan antri. Itu benar. Cuma sekarang penjualannya yang nakal. Saya lihat yang ambil bukan warga situ,” tegasnya.

Baca Juga : Serangan Bersenjata di Nigeria: 8 Petugas Keamanan Tewas, Pekerja Asing China Jadi Sasaran

Sapri menduga banyak warga dari luar daerah yang membeli di pangkalan sekitar tempat tinggalnya sehingga warga setempat tidak kebagian.

“Tidak sesuai daerah masing-masing. Pangkalan ada di Kampalas, di Jalan Pemda, di dalam Gang Sawo juga ada beberapa. Tapi yang bisa ngasih cuma di sini,” tutupnya. *** REH