Kanada dan AS Keluarkan Travel Warning ke Indonesia

Ilustrasi Travel Warning

BERKABAR.CO.ID – Situasi politik dan keamanan di Indonesia tengah menjadi sorotan dunia. Sejumlah negara resmi mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) kepada warganya yang hendak berkunjung maupun yang sudah berada di Tanah Air.

Langkah ini menyusul gelombang demonstrasi di berbagai kota dalam beberapa hari terakhir yang dipicu oleh isu kesejahteraan pekerja, gaya hidup mewah anggota parlemen, hingga ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

Tak sedikit aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh hingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas publik. Kondisi ini membuat Indonesia dipandang rawan oleh komunitas internasional.

Pemerintah Kanada memperbarui panduan perjalanan pada 31 Agustus 2025. Dalam keterangannya, Kanada meminta warganya meningkatkan kewaspadaan selama berada di Indonesia karena ketegangan politik, sosial, dan ancaman terorisme.

Baca Juga : Polda Metro Jaya Kerahkan 350 Polisi Gelar Patroli Skala Besar Pasca Demo Ricuh

Selain itu, layanan tatap muka bagi warga Kanada di Indonesia untuk sementara ditangguhkan mulai 2 September 2025.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengeluarkan Demonstration Alert pada 30 Agustus 2025.

Pihak Kedubes mencatat adanya aksi protes di beberapa titik, seperti sekitar Brimob Senen, Kramat Jakarta Pusat, hingga depan Gedung DPR RI di Jalan Jenderal Gatot Subroto.

Meski area Polda Metro Jaya dan SCBD relatif tenang, sempat terjadi penutupan akses pintu masuk tol bandara di pusat Jakarta. Kedutaan AS pun mengimbau warganya untuk:

Baca Juga : Ketua DPRD Kalbar Siap Temui Massa Demo, Janji Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa

  • Menghindari area demonstrasi,
  • Memantau perkembangan lewat media lokal,
  • Menjauhi kerumunan,
  • Menyediakan jalur alternatif menuju bandara.

Dengan adanya travel warning dari negara-negara besar, stabilitas politik dan keamanan Indonesia kini menjadi perhatian internasional. Situasi ini diperkirakan akan terus berkembang seiring dinamika unjuk rasa di berbagai wilayah. ***