BERKABAR.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong penguatan literasi keuangan dan pelestarian bahasa daerah bagi generasi muda melalui kegiatan Kampanye Ayo Menabung dan Literasi Anak Tiga Etnis Kalbar yang digelar di Pendopo Gubernur, Minggu, 3 Agustus 2025.
Kegiatan ini menyasar pelajar dari tiga etnis besar di Kalimantan Barat, Melayu, Dayak, dan Jawa, dengan tujuan membangun kesadaran menabung sejak dini sekaligus menanamkan sikap toleransi melalui penguatan identitas budaya.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengingatkan bahaya judi online yang saat ini marak di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa praktik judi digital ilegal ini telah menghancurkan banyak kehidupan dan menyesatkan generasi muda.
Baca Juga : Jaga Stabilitas Sistem Keuangan Nasional, LPS Perkuat Sistem KeamananSiber
“Banyak masyarakat kita ini yang sampai berhabis. Maksudnya dia punya usaha bagus, kena judi online ini, akhirnya berhabis sampai datang. Sekarang hanya pakaian yang ada di badannya,” kata Norsan.
Ia juga menambahkan bahwa judi online melanggar hukum dan dilarang oleh agama.
Selain itu, ia mendorong kebiasaan positif seperti menabung dan menilai pentingnya kegiatan ini untuk membangun pemahaman finansial sejak usia sekolah.
Kalbar, menurutnya, pernah mendapat predikat terbaik dalam program tabungan pelajar dan diharapkan bisa mempertahankan semangat tersebut.
Baca Juga : Kades Tebas Kuala Resmi Ditangkap Polres Sambas
Kepala Balai Bahasa Kalbar, Uniawati, menyampaikan bahwa kampanye ini juga merupakan puncak dari program kerja Duta Bahasa 2025. Anak-anak peserta diajak memahami bahasa daerah sebagai alat memperkuat identitas dan toleransi antarbudaya.
“Kami ingin anak-anak memahami bahasa daerah mereka masing-masing sebagai bagian dari identitas. Program ini dirancang untuk membangun sikap saling menghargai antaretnis sejak usia dini,” jelas Uniawati.
Ia berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan secara berkelanjutan, tak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi gerakan yang melibatkan lebih banyak pihak untuk menjaga bahasa dan budaya lokal Kalbar.
Baca Juga : PPATK: Lebih dari 1 Juta Rekening Terindikasi Tindak Pidana Sejak 2020
Kampanye ini merupakan hasil kolaborasi antara OJK Kalbar, Balai Bahasa, dan mitra pendidikan, dengan harapan mampu mencetak generasi Kalbar yang cerdas finansial, toleran, dan berakar kuat pada nilai-nilai budaya. *** REH












