BERKABAR.CO.ID – Dalam upaya mendorong transformasi pendidikan di era digital, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Kalimantan Barat, bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), menggelar seminar dan workshop bertajuk Pemberdayaan Pendidikan dengan Artificial Intelligence (AI) pada Selasa Juli 2025.
Kegiatan ini melibatkan para peserta dari berbagai unsur pendidikan, termasuk pejabat dinas, guru, pengawas sekolah, serta pemangku kepentingan dari wilayah Singkawang, Bengkayang, Sambas, dan Mempawah (Singbebaswah).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, Asmadi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membantu para tenaga pendidik menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital serta menjawab kebutuhan kurikulum dalam menyambut tahun ajaran baru 2025–2026.
“Khususnya melalui pengenalan kecerdasan buatan yang bisa diterapkan dalam proses belajar mengajar, termasuk pemrograman atau coding,” ucapnya pada Selasa, 8 Juli 2025 siang.
Baca Juga : Gubernur Kalbar Dorong Dekranasda Maksimalkan Pemasaran Digital
Kolaborasi ini juga melibatkan sejumlah organisasi profesi guru seperti PGRI, IGI, dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dari wilayah Singbebaswah.
Asmadi menjelaskan pelatihan ini penting sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman dasar kepada para guru mengenai AI.
Karena menurutnya teknologi kecerdasan buatan kini telah menjadi bagian nyata dari kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.
“AI bukan lagi konsep masa depan. Sekarang sudah menjadi bagian dari praktik belajar sehari-hari. Maka, para guru perlu dibekali agar dapat beradaptasi, bahkan memimpin perubahan ini secara cerdas dan bijaksana,” ungkapnya.
Terakhir, ia berharap melalui kegiatan ini para guru mampu meningkatkan literasi digital dan memahami potensi AI dalam menunjang pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, serta mampu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Baca Juga : Menteri Maman Dorong Pedagang Tradisional Bertransformasi ke Pasar Digital
“Guru harus menjadi agen perubahan yang bukan hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memberi arah dan warna dalam proses transformasi pendidikan di era digital ini,” pungkasnya. *** Zul












