BERKABAR.CO.ID – Kebakaran di permukiman padat penduduk di Kampung Beting Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur pada Jumat (16/5) siang menyisakan pilu yang mendalam bagi korban. Setidaknya tujuh rumah dilaporkan hangus terbakar dalam musibah ini.
Dikabarkan api bermula dari lantas atas salah satu rumah warga yang kemudian merambat ke rumah sekitarnya.
Salah satu korban, Syarifah Fardiana (54) mengungkapkan saat kejadian ia sedang menimang cucunya dan kemudian panik melihat kobaran api telah membesar.
“Api datang dari atas, dari rumah tetangga. Saya tengah menggendong cucu, anak saya masih tidur di atas. Saya langsung panik, cuma bisa selamatkan anak dan cucu. Barang tak bisa diselamatkan, api sudah besar sekali,” tuturnya.
Baca juga: Pemain Layangan di Pontianak Terancam Denda dan KTP Diblokir
Syarifah Fardiana yang keseharian berjualan jajanan sosis ini mengaku tidak sempat mengambil barang berharga, termasuk uang simpanan dan perlengkapan dagangannya. Ia hanya berhasil menyelamatkan diri dan keluarga. Ia kehilangan seluruh perlengkapan usaha dagangnya seperti gerobak, pembakar, dan bahan makanan. Bahkan, uang hasil pinjaman dari lembaga keuangan untuk modal usaha yang baru ia terima, ludes tak bersisa.
“Duit saya tinggal 500 rupiah di tangan ini. Jualan habis, baju anak-anak habis, tempat tidur, semuanya habis. Saya baru dapat pinjaman untuk modal usaha hampir 5 juta, itu pun ikut terbakar,” ucapnya lirih.
Baca juga: Kerumunan Warga Hambat Pemadaman Kebakaran di Beting Pontianak
Suami Syarifah Fardiana, Sayuti Arani, dan keluarga besar yang terdiri dari delapan orang termasuk anak dan menantu, juga turut kehilangan tempat tinggal. Rumah yang selama ini mereka tempati kini hanya menyisakan puing.
“Untung anak saya yang sedang tidur bisa diselamatkan. Kalau terlambat sedikit saja, bisa lain ceritanya,” ungkapnya.
Kini, para korban termasuk keluarga Syarifah Fardiana terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat. Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah dan dermawan untuk bisa memulai kembali kehidupan yang baru.(*)












