BERKABAR.CO.ID – Dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menyatakan akan mendorong optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Hal tersebut ia sampaikan pasca menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Provinsi Kalimantan Barat di Aula Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 7 Mei 2025.
“BUMD dan BLUD akan kita optimalkan untuk meningkatkan PAD Kalbar,” ucapnya.
BUMD yang dimiliki Pemprov Kalbar saat ini hanya tiga yang masih aktif beroperasi. Diantaranya PT Bank Kalbar, PT Jamkrida Kalbar, dan Perumda Aneka Usaha.
Dalam kinerja keuangan tahun buku 2024, Bank Kalbar dengan laba tertinggi dimana laba bersih sebesar Rp485,80 miliar.
Sementara, PT Jamkrida Kalbar dengan laba sebesar Rp4,6 miliar dan Perumda Aneka Usaha dengan laba Rp48 juta.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan tiga BUMD tersebut. Walaupun hanya mencatatkan laba dalam margin kecil, tetapi tetap menunjukkan potensi kontribusi terhadap perekonomian Kalbar.
Ia juga akan mengupayakan agar BUMD bisa mengelola perkebunan dan tambang.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan Kontribusi BLUD cukup signifikan terhadap PAD Kalbar. Totalnya sebesar Rp452,85 miliar atau 14 persen dari total PAD Kalbar yaitu sebesar Rp3,22 triliun.
“Khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.
Terakhir, ia mengimbau kepada Kepala Daerah untuk mengikuti prosedur dalam mengeluarkan Izin Usaha Perkebunan (IUP) dan memastikan izin perusahaan yang ada.
Pertama Ploting area terlebih dahulu, kemudian mendata pemilik lahan dan selanjutnya ganti rugi tanah dan tanam tumbuh.
“Setelah syarat itu selesai, baru IUP bisa dikeluarkan,” imbaunya. ***












