BERKABAR.CO.ID – Bupati Landak Karolin Margret Natasa resmi membuka pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di Lapangan Upacara SMP Negeri 11 Ngabang, Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak pada Selasa 13 Oktober 2026.
Program ini berlangsung selama 30 hari dan berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur desa serta mendukung ketahanan pangan daerah.
Bupati Karolin menjelaskan, TMMD merupakan wujud nyata sinergi pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat. APBD mendanai kegiatan ini dan mengedepankan prinsip kebersamaan untuk membangun pedesaan secara merata.
“TNI dan pemerintah daerah selenggarakan TMMD sebagai kegiatan rutin. APBD menbiayai, dan rekan-rekan TNI melaksanakan bersama masyarakat dengan prinsip gotong royong, kebersamaan, serta dalam kerangka membangun dan semangat nasionalisme,” ujar Karolin usai upacara pembukaan.
TMMD mengfokuskan sasaran fisik pada normalisasi Sungai Lada di Dusun Merampayang. Penyelenggara mengambil langkah ini sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait lahan persawahan yang kerap terendam banjir saat musim penghujan.
“Di sini ada satu lokasi sawah yang selama ini terendam banjir jika musim hujan, dan merupakan lahan program oplah tahun lalu. Untuk optimalisasi lahan dan keberlanjutan program, maka TMMD melaksanakan kegiatan normalisasi,” ungkap Karolin.
Pihak terkait mengharapkan program ini mendongkrak produktivitas pertanian selain pembangunan fisik, untuk mencapai target swasembada pangan pemerintah pusat. Karolin memaparkan, realisasi penanaman di Kabupaten Landak saat ini mencapai sekitar 80 persen dari target. Meski demikian, Karolin mewanti-wanti potensi penurunan produksi akibat cuaca ekstrem.
“Sejauh ini gagal total mungkin tidak terlalu banyak. Tapi produktivitasnya kemungkinan menurun dengan kondisi kemarau yang sangat panjang,” paparnya merespons kondisi ketahanan pangan di wilayahnya.
Karolin meminta seluruh lapisan masyarakat Amboyo Selatan berpartisipasi aktif menyukseskan program ini. Ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran demi memberikan manfaat maksimal.
“Walaupun anggarannya efisiensi luar biasa, optimalkan dengan sebaik-baiknya. Masyarakatnya jangan duduk-duduk juga ya, Pak Kades, ya? Bantu dan dukung, karena ini untuk kepentingan masyarakat di tempat kita,” pesan Karolin.
Di tempat yang sama, Komandan Kodim (Dandim) 1210/Landak, Letkol Inf Hudallah, menegaskan komitmen jajarannya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Landak mempercepat pembangunan desa.
“Kodim membantu pemerintah daerah mempercepat proses pembangunan di desa. Kemudian, kita selaraskan program itu sendiri dengan keinginan masyarakat,” ucap Letkol Inf Hudallah.
Dandim Landak juga menyampaikan, pihaknya mensosialisasikan program khusus penerimaan prajurit TNI bagi masyarakat adat Dayak dalam kegiatan non-fisik TMMD.
“Ada kekhususan di situ, seperti batasan umur kita naikkan menjadi 26 tahun. Kemudian, Angkatan Darat khususnya untuk tahun ini membolehkan tato adat yang dimiliki masyarakat adat,” jelas Letkol Inf Hudallah terkait rekrutmen tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Amboyo Selatan, Djogi Klana, menyambut baik dan mengapresiasi pemilihan desanya sebagai lokasi TMMD tahun ini.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat kami. Mereka sampaikan beberapa program kepada kami dan ini sangat membantu masyarakat, khususnya mereka yang punya sawah,” tutur Djogi.
Ia berharap sinergi ini terus membawa kebaikan bagi desanya ke depan.
“Semoga kegiatan TMMD ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Amboyo Selatan,” pungkasnya.(wan)












