Forum APEKSI Dorong Kolaborasi dan Pertumbuhan Daerah

Sekda Kalimantan Barat, Harisson, saat membuka secara resmi Rapat Kerja Komisariat Wilayah V APEKSI Regional Kalimantan Tahun 2026.

BERKABAR.CO.ID – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, membuka Rapat Kerja Komisariat Wilayah V APEKSI Regional Kalimantan Tahun 2026 di Hotel Novotel Pontianak, Sabtu 23 Mei 2026.

Forum tersebut dihadiri para wali kota se-Kalimantan, perwakilan pemerintah pusat, serta delegasi peserta.

Dalam sambutannya, Harisson mengatakan forum APEKSI menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antardaerah dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pengelolaan fiskal.

Menurutnya, ketahanan fiskal daerah merupakan fondasi utama pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat tahun 2026 mencapai 6,14 persen, tertinggi di Kalimantan, meski masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian.

Harisson menilai pertumbuhan ekonomi perlu diiringi pemerataan kesejahteraan masyarakat, termasuk perhatian terhadap petani, nelayan, dan sektor pangan.

“Yang ingin saya sampaikan, daerah penghasil juga perlu mendapatkan porsi bagi hasil yang lebih besar, jangan sampai pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi angka kemiskinan masih tetap sama,” ucapnya.

Baca juga: Pemprov Kalbar Targetkan 1,2 Juta Pekerja Terlindungi pada 2026

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, mendorong pemerintah daerah melakukan inovasi untuk meningkatkan pendapatan tanpa membebani masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi belanja daerah agar lebih fokus pada pembangunan dan pelayanan publik.

“Daerah harus kreatif mencari sumber pembiayaan, tetapi jangan sampai memberatkan masyarakat. Di sisi lain, belanja daerah juga harus efisien dan tepat sasaran,” ujarnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan forum APEKSI menjadi sarana bertukar pengalaman dan inovasi antarkota di Kalimantan. Ia berharap keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan daerah di Kalimantan.***