BERKABAR.CO.ID – Pemain Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP), Farhan Halim, mengaku bangga setelah timnya berhasil mengalahkan wakil Iran, Foolad Sirjan Iranian (FSI), dan menjuarai AVC Men’s Volleyball Championship League 2026, di GOR Ahmad Yani, Pontianak, Minggu 17 Mei 2026.
Farhan menyebut keberhasilan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam kariernya karena dapat bermain bersama pemain-pemain berlevel internasional.
“Bagi saya pribadi, ini pengalaman yang sangat berharga karena bisa satu tim dengan pemain-pemain top level. Lawannya juga tim dengan kualitas tinggi. Saya bangga bisa memberikan yang terbaik untuk tim,” ujar Farhan usai pertandingan.
Terkait peluang tampil pada kejuaraan dunia antarklub voli yaitu FIVB Volleyball Men’s Club World Chapionship, Farhan mengaku masih menunggu perkembangan dan keputusan tim ke depan.
“Saat ini kami belum mengetahui seperti apa persiapan dan kondisi ke depannya untuk kejuaraan dunia,” katanya.
Baca juga: Jakarta Bhayangkara Presisi Taklukkan Tim Raksasa asal Iran 3-1 di Final AVC 2026
Farhan juga mengapresiasi dukungan masyarakat Kalimantan Barat, khususnya suporter yang memadati arena pertandingan di Pontianak.
“Atmosfer penonton di Pontianak luar biasa. Dukungannya sangat besar sampai komunikasi di lapangan sempat sulit dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih JBP, Reidel Toiran, turut mengapresiasi perjuangan para pemain yang berhasil membawa tim menjadi juara AVC 2026.
Menurut Toiran, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi perkembangan bola voli Indonesia.
“Ini pencapaian luar biasa bagi Jakarta Bhayangkara Presisi dan juga untuk bola voli Indonesia. Kami bersyukur bisa menjadi juara,” kata Toiran.
Baca juga: Jakarta Bhayangkara Presisi Juara AVC 2026, Irjen Pipit Sebut Kebanggaan bagi Masyarakat Kalbar
Terkait persiapan menuju kejuaraan dunia antarklub voli yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang, Toiran menyebut pihaknya masih menunggu jadwal resmi turnamen.
“Kami masih menunggu jadwal resmi untuk kejuaraan dunia, sehingga persiapan lebih lanjut akan dibahas kemudian,” ujarnya.
Selain itu, pelatih asal Kuba ini juga memuji antusiasme masyarakat Pontianak selama pelaksanaan turnamen.
“Atmosfer di Pontianak luar biasa. Dukungan masyarakat memberikan motivasi tambahan bagi tim,” tutupnya.(wan)












