BERKABAR.CO.ID – Panitia Cap Go Meh Pontianak 2026 mulai menyesuaikan sejumlah aspek teknis karena perayaan tahun depan bertepatan dengan bulan Ramadan.
Ketua Panitia, Hendry Pangestu Lim, menjelaskan bahwa beberapa aturan serta mekanisme koordinasi perlu dipersiapkan sejak dini agar pawai naga bersinar tidak mengganggu kegiatan ibadah masyarakat.
“Kami menerapkan ketentuan khusus bagi para pemain naga, salah satunya jeda atraksi selama 30 menit sebelum azan dan baru dimulai kembali 30 menit setelahnya,” ujar Hendry Senin (17/11).
Baca juga: Hendry Pangestu Lim Kembali Pimpin MABT, Catatkan Banyak Prestasi Budaya
Perayaan Cap Go Meh tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret 2026 dan akan dimulai sekitar pukul 21.00, setelah rangkaian salat Tarawih selesai.
Hendry menekankan bahwa Cap Go Meh merupakan tradisi budaya yang terus dijaga dan melibatkan banyak komunitas.
“Selain menjadi wadah kebersamaan, kegiatan ini memberikan efek positif bagi UMKM, sektor kuliner, hingga tingkat okupansi hotel,” tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa Cap Go Meh berperan dalam menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, serta membantu meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Pontianak.
Di sisi lain, panitia telah melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan sejumlah organisasi di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak pada Minggu, 16 November 2025, untuk memperkuat koordinasi lintas kelompok.
“Sejak awal kami membangun komunikasi agar pelaksanaannya berjalan lancar dan tetap menjaga suasana harmonis di bulan Ramadan,” tuturnya.
Baca juga: Hendry Pangestu Lim Kembali Pimpin MABT, Catatkan Banyak Prestasi Budaya
Panitia juga membuka pendaftaran peserta kelompok naga pada 17–24 November sebelum berlanjut ke penyusunan rekayasa lalu lintas bersama pihak kepolisian, termasuk penentuan titik penutupan jalan.
Hendry menambahkan bahwa panggung utama akan diberi barikade agar tidak digunakan sebagai lokasi atraksi, mengingat jumlah kelompok naga diperkirakan mencapai 60. Tanpa pembatasan tersebut, durasi acara bisa berlangsung hingga dini hari.
“Dari 46 kelompok yang hadir dalam undangan sebelumnya, sebagian masih belum mengonfirmasi. Namun kami memperkirakan jumlah peserta bisa bertambah hingga 60 kelompok,” katanya.
Ia juga memprediksi jumlah penonton akan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya karena acara berlangsung pada malam hari selama Ramadan. (Mdr).












