Turki Jual 48 Jet Tempur KAAN ke Indonesia, Tandai Babak Baru Kerja Sama Pertahanan Strategis

Ilustrasi Pesawat Tempur

BERKABAR.CO.ID – Turkish Aerospace Industries (TAI) secara resmi menandatangani kontrak penjualan 48 unit jet tempur generasi kelima KAAN kepada dua perusahaan pertahanan Indonesia, yaitu PT Dirgantara Indonesia dan PT Republik Aero Dirgantara.

Penandatanganan dilakukan di sela ajang Pameran Industri Pertahanan Internasional (IDEF) 2025 di Istanbul, Turki.

Kontrak strategis ini mencakup skema produksi bersama, pengembangan teknologi, dan transfer teknologi (ToT).

Mesin jet akan diproduksi di Turki, sementara pengiriman ke Indonesia ditargetkan rampung dalam kurun waktu 120 bulan (10 tahun).

Baca Juga : Saham Dassault Aviation Alami Penurunan Pasca Paskitan Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur India

Presiden Industri Pertahanan Turki, Haluk Gorgun, menyebut kerja sama ini sebagai lanjutan dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani di ajang Indo Defence 2024 di Jakarta.

“Ini adalah momen bersejarah dalam hubungan pertahanan antara Turki dan Indonesia. Kerja sama ini akan memperkuat kolaborasi jangka panjang dan mendukung pengembangan industri pertahanan Indonesia,” ujar Gorgun.

Jet tempur KAAN merupakan pesawat tempur generasi kelima pertama yang dikembangkan secara independen oleh Turki.

Pesawat ini menjalani uji terbang perdana pada awal 2024, dan telah menghasilkan tiga prototipe. Dua di antaranya akan kembali diuji coba pada April 2026 saat fase produksi massal dimulai.

Baca Juga : Saham Dassault Aviation Alami Penurunan Pasca Paskitan Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur India

Manajer Umum TAI, Mehmet Demiroglu, mengatakan bahwa keberhasilan pengembangan KAAN menempatkan Turki di jajaran negara elite yang mampu memproduksi jet tempur canggih secara mandiri.

Ia juga menegaskan bahwa minat terhadap KAAN datang dari sejumlah negara lain, meski detailnya belum diumumkan secara resmi.

“Kehadiran KAAN bukan hanya pencapaian teknologi, tetapi juga simbol kemandirian pertahanan. Indonesia menjadi negara Asia pertama yang menjalin kontrak besar untuk jet ini,” kata Demiroglu.

Baca Juga : IHSG Ditutup Melemah Tipis di Sesi I, Investor Wait and See di Tengah Sentimen Global Negatif

Melalui kerja sama ini, Indonesia berpeluang memperkuat kapasitas tempur udara dan infrastruktur industri pertahanannya, sejalan dengan visi strategis pertahanan nasional jangka panjang. ***