Peringati Hari Lahir Pancasila, Puluhan Pemuda Nahdliyin Kalbar Ziarah ke Makam Sultan Hamid II

Puluhan pemuda Komunitas Nahdliyin Kalimantan Barat saat ziarah ke makam Sultan Hamid II di Komplek Makam Kesultanan Pontianak, Batulayang, Kota Pontianak, pada Minggu (1/6) siang.

BERKABAR.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, puluhan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Nahdliyin Kalimantan Barat berziarah ke makam Sultan Hamid II di Komplek Makam Kesultanan Pontianak, Batulayang, Kota Pontianak, Minggu (1/6) siang.

Dalam ziarah tersebut, para peserta turut membacakan doa Al-Fatihah, surat Yasin, dan tahlil sebagai bentuk penghormatan spiritual.

Koordinator Komunitas Nahdliyin Kalbar, Abdul Hamid mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Sultan Hamid II dalam sejarah bangsa.

Baca juga: Anggota DPD RI Syarif Melvin Serap Aspirasi Milenial Singkawang

Karena menurutnya, Sultan Hamid II sebagai tokoh penting di balik perancangan lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila.

“Sultan Hamid II adalah perancang utama lambang negara. Karyanya kemudian disahkan menjadi simbol resmi Indonesia. Kami sebagai masyarakat Kalimantan Barat merasa bangga atas kontribusi beliau. Ziarah ini adalah bentuk rasa syukur kami atas warisan besar tersebut,” ucapnya pada Minggu (1/6).

Baca juga: Begini Pandangan Islam Tentang Telinga Berdenging

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kubu Raya periode 2019–2024, Mubasyir turut memberikan pandangannya.

Ia menegaskan lambang Garuda Pancasila bukan sekadar gambar, melainkan simbol pemersatu bangsa yang sarat makna nilai-nilai luhur Pancasila.

Baca juga: Catat Tanggalnya, Pemerintah Umumkan Hari Raya Idul Adha Tahun 2025

Desain lambang ini, yang dirancang oleh Sultan Hamid II, menggambarkan burung garuda dengan elemen-elemen simbolik yang mencerminkan dasar negara Indonesia.

“Ini adalah lambang kebanggaan dan identitas nasional yang berasal dari putra terbaik Kalimantan Barat untuk seluruh rakyat Indonesia,” terangnya.

Kegiatan ziarah ini menjadi momentum untuk mengingat kembali peran tokoh daerah dalam sejarah nasional serta memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.(Zul)