Pemkot Pontianak Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik di Swalayan

Caption Foto: PJ Wali Kota Pontianak Edi Suryanto saat melakukan sidak di salah satu swalayan. Ini terkait penerapan larangan penggunaan kantong plastik sebagai wadah belanja di swalayan dan toko moderen di Kota Pontianak. (Prokopim)

BERKABAR.CO.ID – Dalam upaya mencegah dampak negatif dari sampah plastik terhadap lingkungan, Pemkot Pontianak terapkan larangan penggunaan kantong plastik di toko moderen sebagai wadah belanja .

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 43 Tahun 2024 tentang Larangan Menyediakan Kantong Plastik oleh Pelaku Usaha yang berlaku sejak 1 Januari 2025.

Guna memastikan penerapan larangan penggunaan kantong plastik ini berjalan, Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto melakukan sidak ke sejumlah swalayan dan toko modern, Senin (6/1) pagi.

Hasil pantauan, sejumlah toko telah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sebagai wadah belanja.

“Dari awal kita persuasif dulu supaya terbiasa baik masyarakat dan pengusaha, nanti suatu saat kami akan diskusi dengan teman-teman dewan, kira-kira bagaimana penerapan sanksi,” ujarnya usai sidak di swalayan Jalan Gajah Mada.

Pemberlakuan larangan penggunaan kantong plastik ini juga dalam upaya mengurangi jumlah sampah plastik di TPA Batu Layang. Edi menilai perlu adanya penanganan sampah plastik dengan segera demi mencegah dampak negatif terhadap lingkungan.

“Kita prihatin dengan TPA Batu Layang yang didominasi oleh sampah plastik, teknologi kita belum cukup hebat untuk mengurai atau memanfaatkan sampah plastik,” ucapnya.

Pihak Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak terus berupaya mengurangi sampah plastik. Berbagai program seperti Bank Sampah, edukasi pengelolaan limbah rumah tangga, Program Kampung Iklim atau Proklim, membentuk Peraturan Wali Kota (Perwa), penyediaan rumah kompos dan lain sebagainya.

“Selama ini kita sudah kerahkan berbagai upaya, tetapi dengan semakin banyaknya penggunaan kantong plastik maka biaya yang dikeluarkan pun cukup tinggi, makanya kita coba kurangi plastik. Kalau itu berkurang, selain bisa menghemat, multiplier effect-nya juga semakin luas,” pungkas Edi. (Mdr)