BERKABAR.CO.ID – Pasangan ganda campuran China, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi, menjadi juara Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 usai menundukkan rekan senegaranya, Liao Pin Yi/Zhang Jia Han, di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, pada Minggu 6 September 2026.
Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi memastikan kemenangan dengan skor tipis 21-9, 20-22, 22-20 dalam pertarungan tiga gim yang sengit.
Pertandingan final ini berlangsung dramatis. Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi membuka gim pertama dengan dominasi dan menutupnya dengan skor 21-9. Namun, Liao Pin Yi/Zhang Jia Han bangkit pada gim kedua. Mereka memberikan perlawanan ketat dan memaksa skor imbang hingga angka kritis. Liao Pin Yi/Zhang Jia Han akhirnya merebut gim kedua dengan skor 22-20.
Pertandingan semakin memanas pada gim penentuan. Kedua pasangan saling berbalas serangan dan tidak memberikan ruang untuk menjauh. Pada poin-poin akhir, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi berhasil menjaga ketenangan. Pasangan peringkat atas ini menutup gim ketiga dengan kemenangan 22-20.
Ma Xi Xiang mengaku sangat menikmati atmosfer pertandingan di GOR Terpadu Ahmad Yani. Ia memuji dukungan suporter Pontianak yang membakar semangat pertandingan.
“Saya sangat senang bisa bertanding di Pontianak. Atmosfer suporternya luar biasa,” ujar Ma Xi Xiang.
Ma Xi Xiang juga menilai penampilannya mengalami penurunan pada gim kedua. Ia mengakui Liao Pin Yi/Zhang Jia Han memanfaatkan momentum tersebut dengan baik. Namun, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi mampu bermain lebih lepas pada gim penentuan.
“Memang di set kedua saya bermain kurang lepas, namun bisa lebih baik di set ketiga sehingga bisa menang,” katanya.
Ketenangan pada momen krusial menjadi kunci kemenangan Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi. Bagi Ma Xi Xiang, laga kontra rekan senegara memberikan pengalaman berharga karena mereka saling memahami karakter permainan.
“Kami juga senang karena bisa bertanding dengan rekan senegara,” tambahnya.
Ma Xi Xiang menilai persaingan tersebut menguji kemampuan pasangannya hingga batas maksimal. Selain gelar juara, pengalaman menghadapi pasangan Indonesia dengan strategi berbeda menjadi modal berharga bagi Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi.
“Di sini kami juga banyak belajar, terlebih melawan pasangan dari Indonesia. Kami bisa lebih belajar bagaimana teknik dan strategi mereka bermain,” tutupnya. (wan)












