STI Tampil Superior, Nakhonratchasima Angkat Koper Lebih Awal dari AVC

Pemain Nakhonratchasima 3M Film VC, Maxim Zhigalov saat melakukan blok.

BERKABAR.CO.ID – Pertandingan pertama dihari kedua AVC Men’s Volley ball Champions League 2026 mempertemukan Stings Aichi (STI) asal Jepang vs Nakhonratchasima 3M Film (NRM) asal Thailand, di GOR terpadu Ahmad Yani pontianak, Kamis 14 Mei 2026.

Anak asuh Phergsongkor Weeramate harus mengakui keunggulan STI 3 set langsung dengan skor, (25-20, 25-14 dan 25-18).
Pada pertandingan ini, STI menunjukan kelasnya sebagai salah satu tim terbaik asal jepang yang berlaga di AVC 2026.

Sejak pertandingan dimulai dari set pertama STI terus tampil menekan. Hal ini membuat pemain NRM tak mampu mengembangkan permainan. Hal ini diperparah dengan pertahanan yang rapuh dan koordinasi antar pemain yang kurang baik.

Pemain Nakhonratchasima 3M Film VC, Maxim Zhigalov, mengakui timnya menghadapi laga yang berat saat berhadapan dengan wakil Jepang tersebut.

Maxim menilai pertandingan itu menjadi pengalaman penting bagi tim asal Thailand untuk berkembang ke level yang lebih tinggi.

“Saya tentu sedih setiap kali kalah. Tapi kami tidak membuat ilusi, karena kami tahu mereka adalah tim yang sangat kuat dengan liga yang juga sangat kuat,” ujarnya usai pertandingan.

Baca juga: AVC Men’s Champions League 2026 Siap Sajikan Duel Panas Klub Terbaik Asia, Berikut Jadwalnya :

Menurut Maxim, menghadapi tim Jepang bukan hanya soal kemampuan teknik dan fisik, tetapi juga bagaimana para pemain mampu mengatasi tekanan mental selama pertandingan berlangsung.

Ia menilai, sebagian pemain Nakhonratchasima 3M Film VC sempat kehilangan kepercayaan diri ketika melihat keunggulan fisik lawan di lapangan.

“Saya tahu pemain-pemain di tim ini bagus. Tapi ketika melihat fisikalitas tim lawan lebih tinggi, kadang mereka mulai takut. Padahal mereka juga bisa bermain dan bersaing,” katanya.

Baca juga: Farhan Cs Bungkam Zhaiyk VC, Bhayangkara Presisi Amankan Tiket Semifinal

Maxim menyebut tantangan terbesar timnya justru datang dari diri sendiri, terutama dalam menjaga fokus dan mental saat menghadapi lawan dengan level permainan tinggi.

Dalam pertandingan tersebut, ia mengatakan tim tetap berusaha menikmati permainan sambil menjalankan instruksi pelatih sebaik mungkin.

“Kami mencoba fokus menjalankan arahan pelatih, memilih posisi yang tepat, melakukan blok dan servis dengan baik. Itu cara kami untuk berkembang,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, memaksa tim asal Thailand tersebut angkat koper lebih awal dari kompetisi AVC.***