BERKABAR.CO.ID – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-254 Kota Pontianak sekaligus momentum Hari Sumpah Pemuda, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pontianak bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Pontianak menggelar Festival Adat Budaya dan Panggung Ekspresi dengan tema “Penguatan Peran Strategis Pemuda dalam Mengkampanyekan Semangat 4 Pilar Kebangsaan di Ruang Digital”.
Kegiatan berlangsung pada Selasa malam, 28 Oktober 2025 di Bundaran Digulist, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Tenggara, dan dihadiri sekitar 250 peserta dan tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat, pemerintah, serta organisasi kepemudaan.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Wali Kota Pontianak yang diwakili oleh Kadisporapar Kota Pontianak Rizal Almutahar, Dandim 1207 Pontianak Letkol Inf. Robbi Firdaus, S.E., M.Si, Wakapolresta Pontianak AKBP Hendrawan, S.I.K., M.H, Kajari Kota Pontianak Aluwi, S.H., M.H, serta perwakilan Kesbangpol Kota Pontianak, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sri Sujiarti, dan berbagai ketua paguyuban serta organisasi masyarakat.
Baca Juga : Hut Pontianak Ke-254, Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadrie: Jaga dan Lestarikan Budaya Lokal
Ketua KNPI Kota Pontianak dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemuda untuk terus berkarya meski dengan keterbatasan dana.
“Acara ini sederhana, tapi membuktikan bahwa anak muda Pontianak tetap bisa berkreasi. Terima kasih kepada kawan-kawan Ansor dan seluruh sanggar seni yang tampil dengan sukarela demi Pontianak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya memperingati Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga menjadi langkah awal menjadikan Pontianak sebagai kota budaya yang multi-etnis dan damai.
“Ke depan kami ingin kegiatan seperti ini menjadi ajang promosi budaya dan wisata Pontianak,” tambahnya.
Ketua GP Ansor Kota Pontianak, Ach. Helmi Hasan, menuturkan bahwa festival ini menjadi ruang refleksi bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya.
Baca Juga : Kolase Jurnalis Camp 2025 Angkat Perjuangan Anak Muda Iban Jaga Budaya dan Alam.
“Kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga identitas dan budaya lokal. Ini juga menjadi wadah mempererat persaudaraan antar suku dan agama,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakapolresta Pontianak AKBP Hendrawan mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam menjaga keamanan dan persatuan di dunia maya.
“Di era digital, kita bisa viral dengan cepat. Karena itu, jadikan ruang digital sebagai wadah menyebarkan semangat 4 pilar kebangsaan — bukan hoaks dan provokasi,” tegasnya.
Ia juga mengajak pemuda Pontianak untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak dan kreatif.
Mewakili Wali Kota Pontianak, Kadisporapar Rizal Almutahar memberikan apresiasi kepada panitia dan peserta yang telah menyelenggarakan kegiatan dengan penuh semangat.
“Kegiatan ini sangat strategis karena bertepatan dengan HUT Kota Pontianak dan Hari Sumpah Pemuda. Kami mendukung penuh gagasan menjadikan Pontianak sebagai kota budaya,” ujarnya.
Baca Juga : Mandi Safar, Momentum Lestarikan Budaya dan Perkuat Identitas Daerah
Rizal juga mendorong agar kegiatan pelestarian budaya bisa dilakukan secara rutin agar generasi muda lebih mengenal kearifan lokal.
Perwakilan Kesbangpol Kota Pontianak, Thedy Setia Utama, menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Kemajemukan bangsa ini harus kita kelola dengan baik agar tidak mudah terpecah belah. Para pemuda harus menjadi garda depan dalam mengampanyekan 4 pilar di ruang digital maupun dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Baca Juga : 2000 Peserta Meriahkan Karnaval Budaya Sambut HUT RI ke-80 di Kalbar
Festival Adat Budaya dan Panggung Ekspresi tersebut menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya lokal dari sejumlah sanggar di Kota Pontianak. Acara berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat hingga berakhir pukul 21.00 WIB. ***












