BBM Kini Lebih Mudah di Daerah Terpencil, BPH Migas Hadirkan Sub Penyalur untuk Nelayan dan Petani

Ilustrasi BBM 1 harga untuk Nelayan dan Petani

BERKABAR.CO.ID – Pemerintah terus berupaya menutup kesenjangan akses energi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Melalui kebijakan terbaru, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi menghadirkan sub penyalur BBM sebagai solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan bahan bakar.

Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, menjelaskan bahwa sub penyalur berperan sebagai perwakilan kelompok konsumen, mulai dari nelayan, petani, pelaku UMKM hingga pengguna transportasi darat.

Mereka bertugas mengambil BBM dari penyalur resmi terdekat, lalu mendistribusikannya ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga : Sekda Harisson Minta Pertamina dan BPH Migas Tindak Tegas SPBU Nakal

“Sub penyalur ini bukan untuk mencari keuntungan, melainkan menjamin masyarakat di wilayah terpencil bisa mendapatkan BBM dengan mudah dan tepat sasaran,” ujar Erika di Jakarta, Sabtu 20 September 2025.

Anggota Komite BPH Migas, Abdul Halim, menegaskan bahwa operasional sub penyalur wajib mematuhi aturan, termasuk Peraturan BPH Migas Nomor 1 Tahun 2024 dan Nomor 1 Tahun 2025.

Tujuannya agar distribusi subsidi BBM tetap aman, lancar, dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil.

“Kami ingin memastikan bahwa subsidi ini sampai kepada yang berhak, bukan yang mampu. Itu sebabnya ketentuan dan aspek keselamatan wajib dipatuhi,” kata Halim.

Baca Juga : Kasus Pelumas Ilegal di Kalbar: Polda Naikkan Status ke Penyidikan, Tersangka Segera Ditetapkan!

Langkah ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Daerah Kepulauan Riau. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, menyebut lebih dari 2.000 pulau di wilayahnya masuk kategori 3T, sehingga inisiatif BPH Migas sangat strategis untuk menopang kehidupan warga.

“Dengan adanya sub penyalur, nelayan dan petani tidak perlu lagi kesulitan mencari BBM. Ini sangat berarti bagi perekonomian lokal,” ujarnya.

BPH Migas juga memastikan pendampingan dan bimbingan terus dilakukan bagi para sub penyalur agar tidak ada kendala dalam implementasi di lapangan.

Baca Juga : Pontianak Atur Jam Khusus Truk Isi BBM, Hindari Antrean Panjang

Program ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, sekaligus mendorong pemerataan energi dari Sabang sampai Merauke. ***