24 Jam Indonesia Diterjang Bencana! Gempa Nabire, Longsor Intan Jaya, Karhutla Aceh, hingga Banjir Kalbar

Ilustrasi sejumlah bencana di Indonesia mulai dari Gempa, Karhutla, hingga Banjir

BERKABAR.CO.ID – Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, sejumlah wilayah di Indonesia diguncang bencana alam.

Laporan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa gempa, longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga banjir yang melanda berbagai daerah sejak Jumat 19 September 2025 hingga Sabtu 20 September 2025 pagi.

Guncangan kuat berkekuatan M6,6 mengguncang Nabire, Papua Tengah. Meski tidak ada korban jiwa, BPBD mencatat kerusakan: 2 rumah, 1 fasilitas umum, 1 fasilitas kesehatan, 5 kantor, 1 gudang, serta 1 jembatan amblas.

Listrik dan jaringan telepon yang sempat lumpuh kini kembali berfungsi, sementara posko darurat telah diaktifkan.

Baca Juga : BNPB Pamerkan Inovasi Teknologi Penanggulangan Bencana di EDRR Expo 2025 Jakarta

Masih di Papua Tengah, tanah longsor menerjang Distrik Wandai, Intan Jaya, menyebabkan 1 orang meninggal, 6 luka berat, serta 2 rumah rusak berat. Warga terdampak masih mengungsi ke rumah penduduk yang aman.

Di Aceh, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Gampong Suka Damai, Kecamatan Lembah Seulawah. Sekitar 7 hektar lahan terbakar, sebelum api berhasil dipadamkan pada Jumat sore 19 September 2025.

Banjir meluas di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. 5 desa di Kecamatan Menukung dan Nanga Pinoh terdampak sejak Kamis 18 September 2025. Pada Jumat, banjir di Menukung mulai surut, namun di Nanga Pinoh justru meluas.

Tak hanya itu, banjir juga melanda 9 desa di Tanah Pinoh dan Sokan pada Selasa 16 September 2025. Sebanyak 873 KK terdampak, meski tanpa korban jiwa.

Baca Juga : Helikopter BNPB Robohkan Bangsal, Sujiwo Harap Warga Tidak Salah Paham

BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, serta ancaman geologi seperti gempa bumi dan letusan gunung api.

Warga diminta selalu memantau informasi peringatan dini cuaca resmi agar dampak bencana dapat diminimalisasi. ***