BERKABAR.CO.ID – Gelombang demonstrasi besar yang menelan korban jiwa di berbagai kota memicu keprihatinan mendalam dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB).
Forum moral lintas agama, akademisi, dan budayawan ini menegaskan bahwa kekuasaan harus dijalankan dengan hati nurani dan etika kemanusiaan, bukan dengan kekerasan dan pembungkaman suara rakyat.
Tokoh nasional Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak menutup telinga dari kritik rakyat.
“Rakyat marah karena merasa tidak didengar, karena keadilan diabaikan, dan karena kekerasan aparat yang berlebihan. Ini harus menjadi pelajaran penting agar bangsa ini kembali ke jalur etika dan nurani,” ujarnya.
Baca Juga : Mendagri Tito Wujudkan Cita-Cita Driver Ojol yang Gugur Saat Demo, Keluarga Dapat Rumah Layak Huni di Bogor
Ia menegaskan, kekuasaan yang disalahgunakan hanya akan membawa malapetaka. “Setiap kebijakan harus berpihak pada rakyat, bukan segelintir elit,” tegasnya.
Senada, Ignatius Kardinal Suharyo menyoroti lemahnya kepekaan pemerintah. Ia menilai kritik publik, terutama dari akademisi dan mahasiswa, sering tidak sampai ke Presiden karena disaring oleh kepentingan politik di lingkaran kekuasaan.
“Apakah kritik benar-benar didengar pemerintah? Atau hanya sampai di telinga orang-orang dekat yang menyaringnya menjadi hal-hal baik saja?” ujarnya.
Kardinal juga menyinggung soal ketidakjujuran data sosial-ekonomi. Ia menyebut standar kemiskinan Rp21 ribu per hari tidak realistis.
Baca Juga : Prabowo Hadiahi Polisi Korban Ricuh Demo dengan Kenaikan Pangkat dan Penghargaan Khusus
“Data seperti ini justru menutupi kenyataan. Kita harus berani mengakui kesalahan dan bertobat sebagai bangsa,” tambahnya.
Dalam pernyataan resminya, GNB menuntut pemerintah segera:
- Menghentikan penggunaan kekerasan terhadap rakyat.
- Membuka ruang dialog yang jujur dan terbuka.
- Menjadikan nurani dan etika sebagai fondasi kebijakan publik.
“Kalau kita tidak tahu dari mana kita berjalan, bagaimana kita bisa tahu ke mana kita hendak menuju?” tandas Kardinal Suharyo.
Baca Juga : Ketua DPRD Kalbar Siap Temui Massa Demo, Janji Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa
GNB menutup pernyataannya dengan menyerukan agar seluruh elemen bangsa kembali menjadikan hati nurani sebagai fondasi bernegara, demi terwujudnya cita-cita Indonesia Emas yang adil, transparan, dan bermartabat. ***












