BERKABAR.CO.ID – Setelah lebih dari satu dekade, Dolby akhirnya memperkenalkan penerus teknologi HDR andalannya, Dolby Vision 2.
Format baru ini tidak sekadar menyempurnakan warna dan kecerahan seperti generasi pertama, tetapi hadir dengan fitur revolusioner berbasis kecerdasan buatan (AI).
Salah satu fitur unggulannya adalah Content Intelligence, yang mampu menyesuaikan kualitas gambar berdasarkan konten yang ditonton, waktu menonton, hingga perangkat yang digunakan. Teknologi ini disebut sebagai pengembangan dari Dolby Vision IQ.
Baca Juga : Nama Raffi Ahmad Dipakai Penipu dengan Teknologi AI, Janjikan Rp100 Juta ke Korban
Fitur Baru Dolby Vision 2
- Content Intelligence → AI untuk optimasi tayangan sesuai konten & perangkat.
- Precision Black → meningkatkan kejernihan pada adegan gelap tanpa merusak intensi pembuat film.
- Light Sense → menyesuaikan kualitas gambar dengan sensor cahaya plus data sumber cahaya.
- Bi-directional Color Mapping → mendukung TV kelas atas agar tampil lebih cerah, kontras tajam, dan warna lebih dalam.
- Authentic Motion → kontrol kemulusan animasi gerakan agar tetap sinematik dan minim efek “soap opera”.
Dengan sederet fitur ini, Dolby menjanjikan pengalaman menonton yang lebih imersif, baik di TV mainstream maupun premium.
Baca Juga : BNPB Pamerkan Inovasi Teknologi Penanggulangan Bencana di EDRR Expo 2025 Jakarta
Hisense Jadi yang Pertama
Kabarnya, Hisense akan menjadi brand pertama yang merilis TV dengan standar Dolby Vision 2, menggunakan chipset MediaTek Pentonic 800.
Saat ini, ada hampir 350 model TV dari LG, TCL, Sony, Vizio, dan Roku yang masih menggunakan Dolby Vision generasi pertama.
Namun dengan hadirnya Dolby Vision 2 Max untuk TV premium dan Dolby Vision 2 untuk TV mainstream, pasar televisi diprediksi bakal makin kompetitif.
Baca Juga : Presiden Siapkan Bantuan Besar untuk Korban Ricuh Aksi Unjuk Rasa
Menunggu Bukti Nyata di Pasaran
Meski Dolby mengklaim sederet peningkatan besar, publik masih harus menunggu kehadiran produk TV dengan Dolby Vision 2 di pasaran untuk membuktikan performanya.
Apakah benar-benar memberikan kualitas visual sinematik yang dijanjikan? Waktu yang akan menjawab. ***












