BERKABAR.CO.ID – Aksi “Kalbar Bergerak” yang digelar ratusan mahasiswa di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Rabu 27 Agustus 2025, mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kalbar, Zulfydar.
Ia menegaskan, pihaknya tidak menolak aspirasi yang disampaikan mahasiswa, bahkan berkomitmen meneruskannya ke pemerintah pusat.
“Tentu kami sangat menyambut baik apa yang disampaikan para pemuda dan mahasiswa. Ini bagian penting dari kontrol masyarakat yang harus kami terima, bukan ditolak,” ujar Zulfydar.
Menurutnya, keresahan mahasiswa terkait tunjangan DPR RI, RUU Perampasan Aset, hingga isu gaji pejabat legislatif adalah fakta lapangan yang tidak bisa diabaikan.
Baca Juga : Aksi di DPRD Kalbar Berujung Ricuh, Polisi Akan Tindak Tegas 14 Orang Yang Diamankan
DPRD Kalbar, kata dia, akan menjadikan masukan itu sebagai bahan koreksi dan akan menyampaikannya ke tingkat pusat.
“Dewan ini hanya punya mata dan telinga, sehingga apa yang datang dari masyarakat menjadi alat bagi kami untuk mengingatkan pemerintah. Tidak ada kenaikan gaji atau tunjangan di DPRD Kalbar, tapi aspirasi ini tetap akan kami teruskan,” tegasnya.
Zulfydar juga berharap penyampaian aspirasi mahasiswa bisa berjalan tertib agar substansi tuntutan tidak tereduksi oleh kericuhan.
“Kami ingin semua dilakukan dengan tenang, supaya aspirasi benar-benar tersampaikan, bukan tenggelam oleh kegaduhan,” tambahnya.
Baca Juga : Ratusan Mahasiswa Kepung DPRD Kalbar, Tuntut Penghapusan Tunjangan DPR dan Pengesahan UU Perampasan Aset
Dalam aksi “Kalbar Bergerak”, mahasiswa menyoroti sejumlah isu, mulai dari pencabutan tunjangan DPR RI, pengesahan RUU Perampasan Aset, peningkatan gaji guru dan dosen, persoalan PETI, hingga kritik terhadap tindakan represif aparat. *** REH












