BERKABAR.CO.ID – Seorang pedagang sembako di Jalan Panglima Aim, Kota Pontianak, Nursida (61 tahun) mengaku menjadi korban penipuan peredaran uang mainan yang dimodifikasi.
Nursida mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu, 17 Agustus 2025.
“Sekitar pukul 07.00 WIB, tepat saat saya baru membuka toko,” ucapnya, Rabu 20 Agustus 2025.
Nursida menjelaskan, peristiwa bermula saat dua orang yang menurutnya seperti pasangan suami istri datang untuk berbelanja.
Awalnya mereka hanya membeli sepuluh bungkus mi instan.
Baca Juga : Peredaran Uang Palsu di Kubu Raya, Ternyata Uang Mainan Yang di Modifikasi
Namun kemudian menambah hingga sekitar 30 bungkus.
Ia pun mengaku sempat tergamam pada saat melayani dua pembeli tersebut.
Tak berhenti di situ, mereka juga mengambil beberapa bungkus rokok.
“Entah kenapa saya merasa tergamam saat mereka belanja, seperti mati rasa gitu. Rokok yang dicari itu merek mahal, tapi saya hanya punya yang biasa, jadi mereka ambil seadanya,” ungkapnya.
Setelah selesai belanja dengan total Rp163 ribu, salah satu pelaku membayar menggunakan uang Rp170 ribu.
Baca Juga : Ketahuan Belanja Pakai Uang Palsu, Dua Warga di Kubu Raya Diamankan
Karena sibuk melayani, Nursida mengaku tidak sempat memeriksa keaslian uang tersebut.
Baru setelah kedua orang itu pergi, ia menyadari ada yang janggal.
Dari uang yang diterima, hanya dua lembar uang Rp 10 ribu yang asli, sementara Rp150 ribu sisanya berupa uang mainan.
“Uangnya sudah saya robek dan buang uang itu ke toilet, takut nanti dipakai orang lagi,” ujarnya.
Uang mainan tersebut diketahui telah dimodifikasi dengan cara menutupi tulisan aslinya menggunakan kertas agar tampak menyerupai uang asli.
Baca Juga : Diduga Gunakan Uang Palsu untuk Tebus HP, Pemuda di Pontianak Tewas Dianiaya
untuk mengecoh pemilik toko, pelaku menyelipkan dua lembar uang asli di bagian atas dan bawah saat membayar.
“Uangnya Rp 170 ribu, Rp 150 ribu yang mainan disimpan dibagian dalam, Rp 10 ribu yang asli dibagian atas dan bawah, jadi biar gak ketahuan,” pungkasnya.












