Kalbar Jadi Penyumbang Titik Api Terbanyak, Pemerintah Targetkan Pemulihan Lima Hari

Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Hanif Faisol Nurofiq mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Balai Petitih, Kamis (1/8/2025). Kalbar tercatat sebagai penyumbang titik api terbanyak secara nasional.

BERKABAR.CO.ID — Kalimantan Barat saat ini tercatat sebagai provinsi dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi secara nasional.

Pemerintah pusat pun bergerak cepat, dengan menargetkan kondisi bisa kembali terkendali dalam lima hari ke depan jika sinergi pusat dan daerah berjalan optimal.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hanif Faisol Nurofiq, dalam kunjungan kerjanya di Pontianak, Jumat 1 Agustus 2025.

“Kalbar sekarang penyumbang titik api terbanyak. Tapi kita sudah tahu polanya. Kalau semua pihak serius, seperti yang kami lakukan di Riau, lima hari selesai,” ujarnya.

Baca Juga : Enam Perusahaan Disegel, Puluhan Terancam Diproses Hukum Akibat Karhutla

Menurut Hanif, keberhasilan menekan karhutla di daerah lain menjadi bukti bahwa pendekatan terpadu antara pusat, daerah, TNI, Polri, dan masyarakat bisa efektif.

Ia menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan seluruh perangkat, baik darat maupun udara, termasuk operasi modifikasi cuaca dan helikopter water bombing.

“Kami upayakan Kalbar bisa segera pulih. Tinggal bagaimana semua pihak disiplin dan bekerja bersama,” pungkasnya. *** REH