BERKABAR.CO.ID – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, meminta Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) melakukan tera rutin terhadap SPBU yang ada di Kalbar.
Karena menurutnya, potensi terjadinya selisih takaran bahan bakar bisa merugikan masyarakat.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Kadin Kalbar yang digelar di Ballroom Hotel Mercure Pontianak Selasa, 29 Juli 2025.
“SPBU itu perlu ditera secara rutin, karena dalam jangka waktu tertentu pasti ada perbedaan takaran, meskipun kecil,” ucapnya.
Ia menegaskan jika selisih takaran yang terjadi karena faktor kesengajaan, maka izin SPBU tersebut akan dicabut.
Baca Juga : SPBU di Roma Italia Terbakar, 45 Orang Terluka
Namun, jika terjadi tanpa unsur kesengajaan, maka harus dilihat terlebih dahulu penyebab teknisnya.
“BMG tentu paham hal itu, yang penting jangan sampai merugikan masyarakat. Selisih sekian mili liter, kalau dikalikan ratusan ribu transaksi, dampaknya besar,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kemungkinan adanya praktik kecurangan yang dilakukan terus-menerus.
Menurutnya, ketidaksesuaian takaran yang berlangsung dalam waktu lama bisa menjadi indikasi kesengajaan.
“Kalau selisihnya cuma satu hari, mungkin bisa dimaklumi. Tapi kalau terus-menerus, itu bisa jadi indikasi lain,” katanya.
Baca Juga : Kalbar Diduga Banyak SPBU Nakal, Solar Subsidi Dijual Hingga Rp10 ribu Perliter
Krisantus juga menuturkan berbagai persoalan distribusi kebutuhan pokok di Kalbar. Termasuk BBM dan beras, yang menurutnya rentan disusupi praktik mafia.
“Seperti yang saya bilang tadi, ini bisa jadi sarang mafia. Kalau mafia banyak, ya rakyat yang rugi,” tegasnya. *** Zul












