25 Tahun Berlalu, Pak Hari Kembali Ditantang Benahi PDAM Pontianak

Herialin saat ditemui usai mengikuti seleksi calon direksi PDAM Kota Pontianak.

BERKABAR.CO.ID – Setelah lebih dari dua dekade berlalu sejak terakhir kali menjabat sebagai Direktur PDAM Kota Pontianak, Herialin atau akrab disapa Pak Hari kembali masuk dalam bursa calon direksi perusahaan air milik daerah itu. Menariknya, keikutsertaannya kali ini bukan karena ambisi pribadi, melainkan karena dorongan dari orang dalam PDAM sendiri yang mengenalnya sebagai sosok reformis sejak dulu.

Pak Hari pernah menjadi Direktur PDAM pada tahun 2000 melalui proses open bidding pertama yang terbuka untuk profesional dari luar birokrasi. Namun, hanya 13 bulan menjabat, ia diberhentikan secara hormat oleh wali kota saat itu, bukan karena persoalan kinerja, tetapi karena dinamika internal perusahaan yang belum siap menerima perubahan.

“Saya masuk saat PDAM membuka diri untuk profesional. Tapi sistemnya belum siap. Dulu saya dianggap terlalu cepat membawa perubahan,” ujarnya saat ditemui usai mengikuti seleksi calon direksi PDAM Kota Pontianak, Senin (21/7).

Baca juga: Warga MCK Gunakan Air Parit, Layanan PDAM Pontianak Mandek Dua Bulan

Setelah 25 tahun berlalu, PDAM kembali mencari pemimpin. Pak Hari mengaku awalnya enggan ikut seleksi. Namun, sejumlah mantan kolega dan rekan internal yang dulu bekerja bersamanya, kembali menghubungi. Mereka meminta ia turun tangan lagi untuk membantu menata PDAM.

“Saya bukan mencari kerja. Tapi kalau ini soal kebaikan dan manfaat yang lebih luas, saya siap. Sumpah saya untuk tidak kembali ke tempat lama pun akhirnya saya cabut,” tegasnya.

Selama masa vakumnya dari dunia BUMD, Pak Hari dikenal aktif sebagai konsultan dan tenaga ahli profesional di berbagai perusahaan besar, serta saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Rumah Sakit Untan. Ia juga terlibat sebagai tenaga ahli pengembangan usaha di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak.

“Saya tidak datang dengan romantisme masa lalu. Tapi saya tahu betul masalah PDAM dari dulu belum banyak berubah. Kalau sekarang waktunya lompatan besar, ayo saya bantu,” tambahnya.

Baca juga: 50 Tahun PDAM Tirta Khatulistiwa, Edi Minta Optimalkan Pelayanan dan Keluhan Pelanggan

Keikutsertaan Pak Hari dalam seleksi kali ini juga menjadi refleksi dari kehendak Pemerintah Kota Pontianak untuk mendapatkan sosok yang benar-benar serius dan siap bekerja cepat.

“Kalau hanya untuk status atau jadi alat kekuasaan, bukan saya orangnya,” katanya.

Seleksi calon direksi PDAM (PDRM) kini tengah memasuki tahap lanjutan. Pak Hari menyatakan siap mengikuti seluruh proses dengan serius dan terbuka terhadap semua hasil.

“Saya bukan bersaing dengan orang, tapi dengan target untuk memberi hasil terbaik bagi PDAM. Karena ini bukan sekadar jabatan, tapi taruhan nama baik dan karier profesional saya,” ujarnya. (Reh)